Kamis, 18 JUNI 2026 • 18:50 WIB

Pemkot Probolinggo Luncurkan GEMAS PRO, Gerakan Menabung Anak Sekolah untuk Wujudkan Generasi Indonesia Emas 2045

Author

JATIM – Pemerintah Kota Probolinggo terus memperkuat upaya membangun generasi muda yang cerdas dalam mengelola keuangan melalui peluncuran Gerakan Menabung Anak Sekolah Kota Probolinggo (GEMAS PRO). Program ini menjadi langkah strategis untuk menanamkan budaya menabung sejak usia dini sekaligus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar.

Peluncuran GEMAS PRO berlangsung di Puri Manggala Bakti, Rabu (17/6/2026), hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Probolinggo, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), serta sejumlah perbankan yang beroperasi di Kota Probolinggo.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari, jajaran Forkopimda, Ketua TP PKK dr. Evariani Aminuddin, Kepala OJK Malang Farid Faletehan, Kepala Kantor Perwakilan LPS II Surabaya Bambang S. Hidayat, pimpinan perbankan, Sekda Budiono Wirawan, serta ASN di lingkungan Pemkot Probolinggo.

GEMAS PRO Tanamkan Budaya Menabung Sejak Dini
Wali Kota Probolinggo, Dokter Aminuddin, menegaskan bahwa kebiasaan menabung memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda yang mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan.

Menurutnya, program GEMAS PRO bukan hanya sebatas membuka rekening tabungan bagi pelajar, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam membangun karakter dan kesiapan generasi muda menghadapi masa depan.

“Gerakan Menabung Anak Sekolah bukan sekadar program pembukaan rekening, melainkan upaya membentuk karakter anak-anak agar terbiasa disiplin, mampu merencanakan masa depan, dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan,” ujar Aminuddin.

Ia menambahkan, penguatan literasi keuangan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, kebiasaan menabung perlu ditanamkan sejak usia sekolah agar menjadi budaya yang melekat hingga dewasa.

Pertumbuhan Ekonomi Probolinggo Capai 6,81 Persen
Aminuddin menjelaskan bahwa kondisi perekonomian Kota Probolinggo saat ini menunjukkan perkembangan yang positif. Pada triwulan pertama tahun 2026, pertumbuhan ekonomi daerah tercatat mencapai 6,81 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional maupun Provinsi Jawa Timur.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang baik harus dibarengi dengan peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan secara sehat.

“Pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus diikuti dengan peningkatan literasi keuangan. Masyarakat perlu memiliki kebiasaan menabung dan mengatur keuangan agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara berkelanjutan,” katanya.

Ia juga menilai program makan bergizi gratis yang berjalan saat ini dapat menjadi momentum bagi orang tua untuk mulai mengarahkan sebagian uang saku anak ke tabungan.

OJK: Kota Probolinggo Miliki 164 Ribu Rekening Pelajar
Sementara itu, Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, mengungkapkan bahwa tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia masih perlu ditingkatkan, khususnya pada kelompok usia pelajar.

Menurut data OJK, tingkat literasi keuangan nasional saat ini berada di kisaran 66 persen. Namun pada kelompok usia 15 hingga 17 tahun, angka tersebut masih sekitar 51 persen.

“Hal ini menunjukkan pentingnya edukasi keuangan sejak dini agar generasi muda memiliki pemahaman yang baik dalam mengelola keuangan dan terhindar dari berbagai risiko keuangan di masa depan,” ujarnya.

Farid menyebutkan bahwa hingga April 2026, Kota Probolinggo telah memiliki lebih dari 164 ribu rekening pelajar dengan total saldo mencapai Rp29 miliar. Capaian tersebut menunjukkan tingginya partisipasi pelajar dalam program inklusi keuangan.

Kredit Bermasalah Terendah di Wilayah OJK Malang
Selain perkembangan literasi keuangan, kondisi sektor jasa keuangan di Kota Probolinggo juga dinilai sangat sehat. Tingkat kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) tercatat hanya 1,38 persen, menjadi yang terendah di antara tujuh kabupaten/kota yang berada dalam wilayah kerja OJK Malang.

“Angka ini menunjukkan masyarakat Kota Probolinggo memiliki tingkat kepatuhan yang baik dalam memenuhi kewajiban keuangan serta mencerminkan kondisi ekonomi yang sehat,” jelas Farid.

Namun demikian, OJK juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya penipuan digital. Sepanjang tahun 2025, tercatat 417 laporan penipuan digital dengan total kerugian mencapai Rp3,64 miliar di Kota Probolinggo.

LPS Dorong Masyarakat Tingkatkan Literasi Keuangan
Kepala Kantor Perwakilan LPS II Surabaya, Bambang S. Hidayat, menegaskan bahwa literasi keuangan menjadi faktor penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, masyarakat perlu aktif mencari informasi dan memahami berbagai produk keuangan agar mampu mengambil keputusan finansial yang tepat.

Ia juga menjelaskan bahwa LPS memiliki peran dalam menjamin simpanan nasabah apabila terdapat bank yang dicabut izin usahanya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ribuan Pelajar Terima Rekening Tabungan Gratis
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan inklusi keuangan pelajar, dalam kegiatan tersebut dilakukan penyerahan simbolis 1.000 buku rekening tabungan gratis bagi siswa SD dan SMP dari Bank Jatim Cabang Probolinggo.

Selain itu, Bank Mandiri Cabang Probolinggo memberikan tabungan beasiswa kepada 20 siswa berprestasi, sementara Bank Permata turut menyalurkan program tabungan pendidikan.

Melalui GEMAS PRO, Pemerintah Kota Probolinggo berharap budaya menabung dapat berkembang menjadi gerakan bersama yang melibatkan keluarga, sekolah, perbankan, dan seluruh elemen masyarakat.

Dengan pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat, tingkat kredit bermasalah yang rendah, serta semakin luasnya akses keuangan bagi pelajar, Kota Probolinggo optimistis mampu mencetak generasi muda yang cerdas finansial, mandiri, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

Kata Kunci SEO: GEMAS PRO, Gerakan Menabung Anak Sekolah Kota Probolinggo, Pemkot Probolinggo, literasi keuangan pelajar, OJK Malang, tabungan pelajar Probolinggo, Indonesia Emas 2045, budaya menabung sejak dini, inklusi keuangan, rekening pelajar Probolinggo.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dari Berbagai Sumber

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU