Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 13 JUNI 2026 • 09:09 WIB

Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan Kurir Ekspedisi di Jember, Bullying Masa SD Jadi Pemicu

Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan Kurir Ekspedisi di Jember, Bullying Masa SD Jadi PemicuPolisi saat melakukan press rilis

JATIM – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jember berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap seorang kurir ekspedisi yang sempat menggegerkan warga Kecamatan Gumukmas, Jember, Jawa Timur. 

Korban diketahui bernama M. Syaiful Afandi (21), warga Desa Purwoasri, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember. Sementara pelaku yang telah diamankan polisi adalah Radja Abdillah (22), warga Desa Bogorejo, Kecamatan Gumukmas, yang merupakan teman korban sejak duduk di bangku sekolah dasar.

Kasat Reskrim Polres Jember AKP Angga Riatma mengatakan, kasus tersebut terungkap setelah orang tua korban, Misenon, melaporkan hilangnya anaknya ke Polres Jember pada 9 Juni 2026. 

Setelah menerima laporan, tim Satreskrim bersama Polsek Gumukmas dan Resmob langsung melakukan penyelidikan hingga berhasil mengidentifikasi pelaku.

“Pada saat laporan masuk, kami melakukan serangkaian penyelidikan dan mengerucut kepada pelaku. Alhamdulillah, dalam kurun waktu 90 menit kami berhasil mengamankan pelaku dan yang bersangkutan mengakui telah melakukan pembunuhan terhadap korban,” ujar Angga saat konferensi pers di Mapolres Jember, Jumat (12/6/2026).

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, lanjut Angga, peristiwa itu bermula pada Senin, 1 Juni 2026 sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu pelaku mendatangi rumah korban untuk mengajaknya ngopi. 

Keduanya kemudian berangkat menggunakan sepeda motor masing-masing menuju wilayah Kencong.

Di tengah perjalanan, korban menghentikan kendaraannya di pinggir sawah untuk beristirahat sambil menghabiskan rokok. Dalam percakapan yang terjadi di lokasi tersebut, korban kembali menyinggung masa lalu pelaku yang pernah menjadi sasaran perundungan atau bullying semasa sekolah dasar.

"Pembicaraan itu membuat pelaku tersinggung dan emosi. Pelaku kemudian mengajak korban menuju sebuah rumah kosong milik keluarganya yang berada di Desa Bogorejo, Kecamatan Gumukmas," ujar Angga.

Setibanya di lokasi sekitar pukul 19.00 WIB, pelaku masuk melalui pintu depan rumah dan kemudian membuka pintu belakang untuk mempersilakan korban masuk lebih dahulu. Saat korban berada di dalam rumah, pelaku melakukan kekerasan yang berujung pada kematian korban.

“Motif yang sementara kami temukan adalah dendam dan rasa kesal karena korban pernah melakukan bullying kepada pelaku saat masih sekolah dasar. Saat bertemu kembali, korban mengungkit kejadian tersebut sehingga memicu emosi pelaku,” ungkapnya.

Angga menjelaskan, setelah korban meninggal dunia, pelaku diduga berusaha menghilangkan jejak dengan mengambil telepon genggam korban. Pelaku kemudian mengirim pesan kepada keluarga korban seolah-olah korban pergi ke Bali karena memiliki utang pinjaman online. 

"Setelah itu, telepon genggam korban dibuang ke sungai," ucapnya.

Pasca kejadian dugaan pembunuhan itu, lebih lanjut kata Angga, jasad korban ditinggalkan di rumah kosong tersebut hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi membusuk oleh pemilik rumah pada Selasa, 9 Juni 2026 sekitar pukul 16.00 WIB. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Tags
BERITA TERBARU

Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan Kurir Ekspedisi di Jember, Bullying Masa SD Jadi Pemicu

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!