Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 03 JUNI 2026 • 20:45 WIB

Nenek Sebatang Kara Penghuni Liposos Jember Ditemukan Menangis di Pinggir Sungai Setelah Kabur

Nenek Sebatang Kara Penghuni Liposos Jember Ditemukan Menangis di Pinggir Sungai Setelah KaburTangkapan Layar Video Petugas Liposos, Saat Mencari Mbah Sani.

JATIM - Seorang lanjut usia penghuni UPT Lingkungan Pondok Sosial (Liposos) Dinas Sosial Kabupaten Jember, Jawa Timur, bernama Mbah Sani (70) sempat membuat panik petugas setelah dilaporkan kabur dari tempat pembinaan pada Rabu (3/6/2026). 

Setelah dilakukan pencarian selama berjam-jam, nenek sebatang kara tersebut akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat saat duduk seorang diri sambil menangis di pinggir aliran anak Sungai Kali Jompo, wilayah Kecamatan Kaliwates, Jember.

Kepala UPT Liposos Dinas Sosial Jember, Roni Effendi, menjelaskan peristiwa itu bermula pada pagi hari setelah seluruh penghuni selesai menjalani kegiatan mandi dan rutinitas harian. 

Selanjutnya para penghuni mengikuti sesi relaksasi, mengaji bersama, serta konseling di luar ruangan yang menjadi bagian dari program pembinaan.

Diduga pada saat kegiatan berlangsung di luar ruangan tersebut, Mbah Sani memanfaatkan kesempatan untuk berjalan keluar tanpa diketahui petugas. 

Menyadari salah satu penghuni tidak berada di lokasi, petugas langsung melakukan pencarian di sekitar area persawahan dekat Kompleks Perumahan Argopuro, Kecamatan Kaliwates. Namun upaya pencarian pertama belum membuahkan hasil.

Memasuki siang hari, petugas menerima informasi dari warga yang mengaku melihat seorang perempuan lanjut usia berjalan menuju arah utara. Berbekal laporan tersebut, petugas kembali melakukan penyisiran di area persawahan dan lokasi yang dicurigai menjadi jalur yang dilalui Mbah Sani. Meski demikian, keberadaan perempuan lansia itu masih belum ditemukan.

Pencarian akhirnya membuahkan hasil sekitar pukul 15.00 WIB. Saat menyusuri aliran anak Sungai Kali Jompo, petugas mendengar suara tangisan perempuan dari seberang sungai. 

Setelah didekati, suara tersebut ternyata berasal dari Mbah Sani yang sedang duduk sendirian di tepi sungai sambil menangis.

Lokasi penemuan tergolong cukup sulit dijangkau karena berada di area yang dipenuhi rumpun bambu rapat dan akses jalan yang minim. 

Bahkan petugas harus menyeberangi sungai dengan kedalaman diperkirakan mencapai satu hingga dua meter untuk dapat menjangkau dan mengevakuasi Mbah Sani ke tempat yang aman.

“Petugas menemukan beliau setelah mendengar suara tangisan dari sekitar aliran sungai. Saat didekati ternyata Mbah Sani sedang duduk di pinggir sungai. Untuk mengevakuasi, petugas harus menyeberangi sungai karena posisi beliau berada di seberang,” ujar Roni saat dikonfirmasi sejumlah wartawan.

Menurut Roni, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pendekatan secara persuasif untuk mengetahui penyebab Mbah Sani meninggalkan lokasi pembinaan dan menangis di kawasan sungai tersebut. Kondisi penglihatan Mbah Sani yang diketahui sudah mulai kabur juga menjadi perhatian petugas selama proses penanganan.

“Pendekatan terhadap orang tua harus telaten, tidak boleh grusah-grusuh. Kasihan, apalagi kami menganggap seluruh penghuni Liposos sebagai saudara tanpa membeda-bedakan satu dengan yang lain,” katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Tags
BERITA TERBARU

Nenek Sebatang Kara Penghuni Liposos Jember Ditemukan Menangis di Pinggir Sungai Setelah Kabur

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!