Tujuh Mahasiswa Belajar SDGs di Desa Suci, Kecamatan Panti, Jember.
JATIM – Desa Suci, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang pernah menjadi lokasi terdampak banjir bandang besar pada 2006 lalu. Kini menjadi contoh penerapan pembangunan berkelanjutan berbasis Sustainable Development Goals (SDGs).
Transformasi desa tersebut menarik perhatian mahasiswa internasional. Diketahui sebanyak tujuh mahasiswa asal Thailand mengikuti kegiatan mobility student program dan belajar langsung tentang implementasi SDGs, ekonomi sirkular, serta pemberdayaan masyarakat di desa tersebut, Selasa (2/6/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama antara Desa Suci dan Fakultas Pertanian Universitas Jember (Faperta UNEJ), yang menjadikan desa tersebut sebagai Living Lab atau laboratorium hidup untuk kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui program tersebut, para mahasiswa dari Mahasarakham University, Thailand, diajak melihat secara langsung bagaimana sebuah desa yang pernah diterpa bencana mampu bangkit melalui pembangunan yang berkelanjutan.
Sekretaris Desa Suci, Ahmad Rikhwan, menjelaskan bahwa pengalaman menghadapi banjir bandang pada 2006 menjadi pelajaran penting bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk membangun ketahanan desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
Salah satu fokus yang dikembangkan adalah pemanfaatan limbah pertanian dan sampah rumah tangga yang memiliki nilai ekonomi.
“Ini penting selain untuk pelestarian ekosistem pasca-bencana juga bermanfaat bagi pembangunan ekonomi masyarakat pedesaan secara berkelanjutan,” ujar Rikhwan saat dikonfirmasi di kantornya Balai Desa Suci.
Program-program tersebut kemudian dikembangkan melalui berbagai kegiatan yang mendorong terciptanya ekonomi sirkular, yakni sistem ekonomi yang memanfaatkan kembali limbah agar memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Konsep ini, kata Rikhwan, sejalan dengan tujuan SDGs yang mendorong pengurangan kemiskinan, pengurangan kesenjangan, dan perlindungan lingkungan.
Sementara itu, menurut Ketua Program Studi Penyuluhan Pertanian Faperta UNEJ, Lenny Wijayanthi, para mahasiswa Thailand sengaja diajak ke Desa Suci, untuk memperoleh pengalaman lapangan yang tidak hanya didapatkan di ruang kelas.
Selain menerima materi mengenai komunikasi bisnis dan pemasaran usaha perdesaan, kata Lenny, mereka juga berdialog langsung dengan aparatur desa dan masyarakat yang menjalankan program pembangunan berbasis SDGs.
“Mahasiswa dari Thailand kami ajak ke Desa Suci agar mereka dapat melihat secara langsung bagaimana sebuah desa dapat bangkit dari bencana dengan menerapkan program pembangunan berkelanjutan,” tuturnya.
Dari kegiatan yang dilakukan di desa setempat. Setibanya di Balai Desa Suci, rombongan mahasiswa disambut langsung oleh Kepala Desa Suci, Akhmad Suyuthi.
Ia menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan berharap pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi para mahasiswa dalam mengembangkan ilmu pengetahuan di negara asal mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: