Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 12 JUNI 2026 • 09:57 WIB

Hoaks Gunung Semeru Meletus Dahsyat, BPBD Lumajang Minta Masyarakat Cek Informasi Resmi

Hoaks Gunung Semeru Meletus Dahsyat, BPBD Lumajang Minta Masyarakat Cek Informasi Resmi

JATIM – Sejumlah video dan konten yang beredar di media sosial belakangan ini menyebutkan bahwa Gunung Semeru meletus dahsyat, menyebabkan kepanikan hingga puluhan kilometer, bahkan dikaitkan dengan banjir lahar dan kerusakan permukiman. Namun, informasi tersebut tidak sesuai dengan data resmi yang dirilis oleh pihak berwenang.

Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Semeru dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tidak ditemukan adanya kejadian luar biasa sebagaimana yang ramai diberitakan di sejumlah akun media sosial pada periode pengamatan 10–11 Juni 2026.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, terutama terkait kebencanaan yang dapat menimbulkan kepanikan.

Menurutnya, masyarakat sebaiknya mengacu pada informasi resmi yang disampaikan oleh PVMBG, Badan Geologi, BPBD, BNPB, maupun pemerintah daerah.

“Warga tidak perlu panik, namun tetap harus meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti rekomendasi yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang,” ujarnya.

Status Gunung Semeru Masih Level III Siaga
Berdasarkan laporan PVMBG pada 10 Juni 2026 pukul 06.00–12.00 WIB, Gunung Semeru masih berada pada Status Level III (Siaga). Dalam periode tersebut, petugas mencatat tujuh kali letusan dengan tinggi kolom abu antara 500 hingga 1.000 meter di atas puncak.

Sementara itu, pada periode pengamatan 11 Juni 2026 pukul 00.00–06.00 WIB, tercatat dua kali letusan dengan tinggi kolom abu sekitar 500 hingga 600 meter.

Aktivitas tersebut masih berada dalam pemantauan rutin dan tidak menunjukkan adanya peningkatan status maupun kejadian besar yang dapat dikategorikan sebagai erupsi dahsyat.

Tidak Ada Laporan Banjir Lahar Besar atau Kerusakan Permukiman
Dalam laporan resmi PVMBG, tidak terdapat informasi mengenai banjir lahar besar, kerusakan permukiman, maupun dampak luas lainnya seperti yang beredar di media sosial.

Pada bagian keterangan tambahan, PVMBG bahkan mencatat status “nihil”, yang berarti tidak ada kejadian menonjol atau perkembangan signifikan selama periode pengamatan tersebut.

Karena itu, masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya.

Warga Diminta Tetap Waspada dan Patuhi Rekomendasi PVMBG
Meski kondisi Gunung Semeru masih berada pada level siaga, masyarakat tetap harus mematuhi rekomendasi yang telah ditetapkan PVMBG.

Warga dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak gunung. Selain itu, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas guguran, aliran lava, serta lahar hujan yang dapat terjadi di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Semeru.

Pentingnya Literasi Informasi di Tengah Maraknya Hoaks Bencana
Isnugroho menegaskan bahwa kemampuan masyarakat dalam memilah informasi menjadi bagian penting dari upaya mitigasi bencana. Informasi yang tidak benar dapat menimbulkan kesalahpahaman, kepanikan, hingga mengganggu proses penanganan kebencanaan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dari Berbagai Sumber

BERITA TERBARU

Hoaks Gunung Semeru Meletus Dahsyat, BPBD Lumajang Minta Masyarakat Cek Informasi Resmi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!