Diperta Kabupaten Probolinggo Lakukan Pra Audit NKV di Tujuh Tempat Penampungan Susu KUD Argopuro Krucil
JATIM – Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo melakukan pemeriksaan atau check list pra Nomor Kontrol Veteriner (NKV) pada tujuh Tempat Penampungan Susu (TPS) yang berada di bawah naungan Koperasi Unit Desa (KUD) Argopuro Kecamatan Krucil, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah evaluasi awal sebelum pelaksanaan audit NKV berikutnya. Sejumlah TPS diketahui akan segera memasuki masa berakhirnya sertifikat NKV sehingga perlu dilakukan penilaian terhadap kelengkapan sarana, kebersihan, serta standar keamanan pangan yang diterapkan.
Tujuh TPS yang diperiksa meliputi TPS Tambelang 1 dan TPS Tambelang 2 di Desa Tambelang, TPS Kalianan 1 dan TPS Kalianan 2 di Desa Kalianan, TPS Krucil 2 di Desa Krucil, serta TPS Bermi 1 dan TPS Bermi 2 di Desa Bermi.
Untuk mempercepat proses pemeriksaan, Diperta Kabupaten Probolinggo membentuk tiga tim yang diterjunkan secara bersamaan ke sejumlah lokasi. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet), drh. Nikolas Nuryulianto, bersama tim medis veteriner.
Kedatangan tim disambut langsung oleh Ketua KUD Argopuro Kecamatan Krucil, Suloso, beserta jajaran pengurus dan manajemen rumah susu.
Sebagian Besar TPS Sudah Penuhi Standar NKV
Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet Diperta Kabupaten Probolinggo, drh. Nikolas Nuryulianto, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan sebagian besar TPS telah memenuhi persyaratan NKV pada level 2 hingga level 3. Meski demikian, masih terdapat beberapa aspek yang perlu dibenahi agar memenuhi standar yang dipersyaratkan dalam audit resmi.
Menurutnya, sejumlah perbaikan yang perlu dilakukan antara lain penyediaan fasilitas biosecurity seperti tempat cuci dan celup kaki, perbaikan lantai yang rusak atau berlubang, pengecatan ulang dinding, hingga pembenahan area yang berpotensi mengganggu kebersihan dan sanitasi tempat penampungan susu.
“Secara umum kondisi TPS sudah cukup baik. Namun masih ada beberapa catatan yang perlu segera ditindaklanjuti agar seluruh standar higiene, sanitasi, dan keamanan pangan dapat terpenuhi sebelum audit NKV dilaksanakan,” ujarnya.
Kesehatan Pekerja Jadi Faktor Penting
Selain sarana dan prasarana, kondisi kesehatan pekerja juga menjadi salah satu poin penting dalam penilaian NKV. Seluruh petugas yang bekerja di TPS diharapkan memiliki surat keterangan sehat yang diperbarui secara berkala serta menggunakan alat pelindung diri (APD) saat menjalankan aktivitas kerja.
Penggunaan masker, sarung tangan, dan penerapan prosedur kebersihan menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas serta keamanan susu yang diterima dan disalurkan kepada konsumen.
“Kesehatan pekerja harus menjadi perhatian bersama. Mereka perlu menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin dan menggunakan perlengkapan kerja yang sesuai untuk menjaga mutu produk susu,” jelas Nikolas.
Kualitas Air TPS KUD Argopuro Dinilai Baik
Dalam pemeriksaan tersebut, Diperta Kabupaten Probolinggo juga mencatat bahwa KUD Argopuro telah melakukan uji kualitas air pada tahun 2026. Hasil pengujian menunjukkan bahwa air yang digunakan dalam proses penanganan susu memenuhi standar dan berada dalam kondisi yang baik.
Kualitas air menjadi salah satu faktor penting dalam pemenuhan standar keamanan pangan asal hewan, terutama pada proses penyimpanan dan penanganan susu segar.
Siap Direkomendasikan Mengikuti Audit NKV
Setelah seluruh hasil pemeriksaan selesai dirangkum, Diperta Kabupaten Probolinggo akan memberikan rekomendasi kepada masing-masing TPS untuk melakukan perbaikan terhadap temuan yang masih ada. TPS yang telah memenuhi seluruh persyaratan nantinya akan direkomendasikan mengikuti audit Nomor Kontrol Veteriner (NKV) yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Nikolas menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah memastikan seluruh fasilitas penampungan susu memiliki standar kebersihan, sanitasi, dan keamanan pangan yang baik sehingga kualitas susu yang dihasilkan peternak tetap terjaga.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memastikan produk susu yang dihasilkan peternak aman, sehat, layak dikonsumsi, serta memenuhi standar higiene dan sanitasi. Dengan demikian kepercayaan konsumen terhadap susu dari KUD Argopuro dapat terus meningkat,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dari Berbagai Sumber