Jumat, 17 JULI 2026 • 08:12 WIB

Wali Kota Probolinggo Tinjau MPLS 2026, Tekankan Sekolah Ramah, Aman, dan Bebas Bullying

Author

JATIM – Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di SDN Kebonsari Kulon 1 dan SMP Negeri 4 Kota Probolinggo, Kamis (16/7/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kota Probolinggo untuk memastikan kegiatan MPLS berlangsung ramah, aman, bebas perundungan (bullying), dan memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi peserta didik baru saat mengenal lingkungan sekolah.

Disambut Tari dan Antusiasme Siswa
Di SDN Kebonsari Kulon 1, kedatangan Wali Kota disambut penampilan tari dari siswi berprestasi, Yanis Nairaprillia Safitri. Suasana semakin hangat saat dr. Aminuddin berinteraksi langsung dengan siswa, guru, dan tenaga pendidik.

Ia mengajak anak-anak bernyanyi bersama, menghafalkan doa dan surat pendek, hingga berdialog mengenai cita-cita mereka. Beragam jawaban pun muncul, mulai dari ingin menjadi polisi, guru, hingga bercita-cita menjadi wali kota.

"Jangan pernah takut bermimpi besar. Selama kalian rajin belajar, disiplin, dan terus berusaha, cita-cita apa pun bisa diraih. Kota Probolinggo membutuhkan generasi-generasi hebat yang kelak akan membawa kemajuan bagi daerah ini," ujar Aminuddin.

Tanamkan Semangat Bersolek Sejak Dini
Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga mengajak para siswa menjaga kebersihan sekolah melalui semangat Bersolek, slogan Kota Probolinggo yang mencerminkan nilai kebersihan, kesehatan, keindahan, kreativitas, dan semangat membangun kota bersama.

Ia mendorong peserta didik untuk terus belajar, berani bertanya, serta mengembangkan potensi yang dimiliki di bidang akademik maupun nonakademik.

"Kami bangga melihat banyak anak-anak Kota Probolinggo memiliki bakat luar biasa, mulai dari seni tari, olahraga, hingga robotik. Teruslah mengembangkan kelebihan masing-masing karena setiap anak memiliki potensi untuk menjadi yang terbaik," katanya.

MPLS Harus Bebas Perundungan
Wali Kota menegaskan bahwa MPLS harus menjadi pengalaman pertama yang menyenangkan bagi peserta didik baru, bukan ajang perpeloncoan ataupun intimidasi.

"MPLS bukan tempat untuk perpeloncoan, intimidasi, apalagi kekerasan. Anak-anak harus merasa aman, nyaman, dan bahagia ketika memasuki lingkungan sekolah. Seluruh kegiatan harus dilaksanakan sesuai ketentuan Kementerian Pendidikan dengan mengedepankan nilai-nilai pendidikan yang humanis dan inklusif," tegasnya.

Kepala SDN Kebonsari Kulon 1, Fitri Kamsinah, mengapresiasi kunjungan tersebut. Menurutnya, kehadiran Wali Kota memberikan motivasi tersendiri bagi para siswa maupun tenaga pendidik.

"Kunjungan ini menjadi energi baru bagi kami. Anak-anak merasa diperhatikan dan semakin termotivasi untuk belajar serta berprestasi. Momen ini juga mempererat hubungan antara pemerintah daerah dengan dunia pendidikan," ujarnya.

Pendidikan Karakter Jadi Prioritas
Usai mengunjungi SDN Kebonsari Kulon 1, rombongan melanjutkan peninjauan ke SMP Negeri 4 Kota Probolinggo di Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok.

Di hadapan ratusan siswa baru, dr. Aminuddin mengajak mereka membangun karakter positif melalui kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari.

"Mulailah membiasakan diri menjadi anak hebat melalui kebiasaan-kebiasaan baik, seperti bangun pagi, beribadah tepat waktu, menghormati orang tua dan guru, disiplin belajar, menjaga kebersihan, gemar membaca, serta saling menghargai. Karakter yang baik akan menjadi bekal penting untuk meraih kesuksesan," pesannya.

Ia menilai pendidikan karakter harus berjalan seiring dengan peningkatan kemampuan akademik agar lahir generasi yang unggul, berdaya saing, sekaligus mencintai budaya dan identitas daerah.

MPLS 2026 Berlangsung hingga 17 Juli
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo, Setiorini Sayekti, menjelaskan bahwa pelaksanaan MPLS dimulai sejak 13 Juli 2026 dan berlangsung hingga 17 Juli 2026.

Tahun ini, MPLS mengusung tema "Hari Baru, Sekolah Aman dan Nyaman untuk Kota Probolinggo Bersolek."

Menurut Setiorini, masa pengenalan sekolah menjadi tahap penting bagi peserta didik untuk beradaptasi dengan lingkungan belajar sekaligus membangun karakter sejak hari pertama.

"Anak-anak harus merasakan bahwa sekolah adalah tempat yang aman, nyaman, dan setara bagi semua. Tidak boleh ada bullying maupun tindakan yang mengganggu kenyamanan peserta didik," jelasnya.

Selain itu, para guru juga mulai melakukan identifikasi terhadap karakter dan kebutuhan setiap siswa, termasuk memberikan pendampingan sejak dini bagi peserta didik yang memerlukan dukungan psikologis.

Melalui pelaksanaan MPLS Ramah 2026, Pemerintah Kota Probolinggo berharap seluruh peserta didik baru dapat memulai perjalanan pendidikan dengan rasa aman, percaya diri, dan semangat untuk meraih prestasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU