Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 16 JULI 2026 • 16:45 WIB

Puluhan Anak Diduga Keracunan Menu MBG di Jember, SPPG Karangsono Disuspend Usai Ditemukan Pelanggaran SOP

Puluhan Anak Diduga Keracunan Menu MBG di Jember, SPPG Karangsono Disuspend Usai Ditemukan Pelanggaran SOP

JATIM – Puluhan anak di Kabupaten Jember, Jawa Timur, diduga mengalami muntah, diare, mual hingga demam setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Karangsono, Kecamatan Bangsalsari. Satgas MBG Jember kini menghentikan sementara operasional SPPG yang dikelola Yayasan Indoavisya Tisnogambar tersebut setelah menemukan sejumlah dugaan pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) dalam proses penyajian dan konsumsi makanan.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jember sekaligus anggota Satgas MBG Jember, Akhmad Helmi Luqman, mengatakan sedikitnya 27 penerima manfaat diduga mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan yang diproduksi SPPG Karangsono. 

Para penerima manfaat tersebut terdiri dari balita dan anak-anak yang menerima makanan melalui Posyandu, PAUD, TK hingga MI di wilayah Kecamatan Bangsalsari. Sejumlah ibu dari siswa juga diduga mengalami keracunan, setelah mengkonsumi menu MBG yang dibawa pulang ke rumah.

“Penyakitnya muntaber, muntah dan diare. Itu sementara. Akibatnya masih ditelusuri oleh tim kesehatan,” kata Helmi usai sidak di SPPG Karangsono, Dusun Begelenan RT 002 RW 007, Desa Karangsono, Kamis (16/7/2026).

Kasus ini bermula setelah menu MBG dibagikan kepada penerima manfaat pada Selasa (14/7/2026) kemarin. Sehari kemudian, sejumlah sekolah melaporkan kepada pihak SPPG bahwa beberapa siswanya tidak masuk sekolah karena mengalami gangguan kesehatan. 

Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan koordinasi antara SPPG, KPPG Jember, Muspika Bangsalsari, dan fasilitas kesehatan.

“Pada hari Selasa dan Rabu, pihak sekolah mengajukan komplain kepada pihak SPPG bahwa ada beberapa siswanya yang tidak masuk sekolah karena sakit,” ujar Helmi.

Sejumlah anak kemudian dibawa kePuskesmas Sukorejo, Puskesmas Paleran, Rumah Sakit Balung, serta beberapa klinik swasta. Berdasarkan data sementara, 12 pasien menjalani perawatan di Puskesmas Sukorejo, sedangkan 15 pasien lainnya ditangani di fasilitas kesehatan berbeda.

“Yang di Puskesmas Sukorejo sekarang ada 12. Totalnya 27 orang,” jelas Helmi.

Menurut Helmi, kondisi sebagian pasien telah stabil setelah mendapatkan penanganan medis. Namun, sejumlah pasien masih mengeluhkan mual.

“Kondisi saat ini masih mual-mual. Yang lain yang masuk kemarin sudah ditangani, sudah kondisi stabil,” katanya.

Dalam sidak yang dilakukan Satgas MBG bersama Asisten II Pemkab Jember, KPPG Jember, BPOM, Dinas Kesehatan, Puskesmas, serta unsur Forkopimcam Bangsalsari, ditemukan sejumlah hal yang diduga tidak sesuai SOP. Salah satunya berkaitan dengan jeda waktu konsumsi makanan.

Sesuai ketentuan, makanan MBG seharusnya dikonsumsi maksimal empat jam setelah disajikan. Namun, kata Helmy, Satgas menemukan makanan dibawa pulang dan sebagian kembali dihangatkan untuk dikonsumsi pada waktu berikutnya.

“Jarak waktu antara penyajian hingga makanan dikonsumsi tidak boleh lebih dari empat jam. Pada kasus ini, jedanya melebihi empat jam karena makanan dibawa pulang lalu dihangatkan lagi untuk dimakan sore atau malam hari,” ungkap Helmi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Puluhan Anak Diduga Keracunan Menu MBG di Jember, SPPG Karangsono Disuspend Usai Ditemukan Pelanggaran SOP

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!