Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 11 JULI 2026 • 18:23 WIB

Fenomena Koyo di Ranu Klakah Lumajang: Penyebab Ikan Naik ke Permukaan, Ternyata Ini Penjelasan Ilmiahnya

Fenomena Koyo di Ranu Klakah Lumajang: Penyebab Ikan Naik ke Permukaan, Ternyata Ini Penjelasan Ilmiahnya

JATIM – Suasana pagi yang dingin di tepian Ranu Klakah, Kabupaten Lumajang, mendadak ramai oleh warga yang membawa serok, jaring sederhana, hingga ember plastik. Mereka bukan datang untuk mengikuti lomba memancing, melainkan memanfaatkan fenomena Koyo, sebuah peristiwa alam yang sudah dikenal masyarakat setempat sejak puluhan tahun lalu.

Tak lama setelah matahari mulai terbit, ikan nila terlihat berenang lambat di permukaan danau. Beberapa udang juga muncul di tepian sehingga mudah ditangkap. Anak-anak hingga orang dewasa memanfaatkan momen tersebut untuk mengumpulkan ikan yang sedang melemah.

Bagi warga sekitar Ranu Klakah, fenomena ini bukan kejadian langka. Koyo hampir selalu muncul saat suhu udara mulai menurun, terutama pada pertengahan tahun hingga akhir musim kemarau.

Apa Itu Fenomena Koyo?
Bagi masyarakat Lumajang, Koyo adalah istilah lokal untuk kondisi ketika banyak ikan muncul ke permukaan danau akibat perubahan kondisi alam. Pengetahuan ini telah diwariskan turun-temurun jauh sebelum masyarakat mengenal istilah ilmiah upwelling.

Warga telah lama memahami bahwa perubahan suhu udara, arah angin, hingga kondisi permukaan air menjadi tanda datangnya Koyo. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari kearifan lokal yang terus dijaga hingga sekarang.

Kearifan Lokal yang Masih Dipertahankan
Salah seorang warga sekitar Ranu Klakah, Ashari, mengatakan fenomena Koyo selalu muncul ketika udara mulai terasa lebih dingin.

"Kalau sudah seperti ini, warga biasanya bilang Koyo datang. Biasanya yang banyak muncul ikan nila, kadang juga udang," ujarnya.
Menurut warga, fenomena ini bukan sesuatu yang mengkhawatirkan. Justru banyak masyarakat memanfaatkan momen tersebut untuk mendapatkan ikan segar dengan lebih mudah.

Kemampuan membaca perubahan alam tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat telah lama hidup selaras dengan lingkungan di sekitar danau.

Penjelasan Ilmiah Fenomena Koyo di Ranu Klakah
Di balik kepercayaan masyarakat, ternyata fenomena Koyo memiliki penjelasan ilmiah.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lumajang, Yuli Harismawati, menjelaskan bahwa Koyo merupakan proses upwelling, yaitu naiknya massa air dari dasar danau ke permukaan akibat perubahan suhu udara maupun kondisi cuaca.

Air di dasar danau memiliki kandungan oksigen terlarut yang lebih rendah dibanding lapisan atas. Ketika lapisan air bercampur akibat perubahan cuaca, kadar oksigen di permukaan ikut menurun sehingga ikan mengalami kekurangan oksigen.

Akibat kondisi tersebut, ikan menjadi lemah dan naik ke permukaan air untuk mencari oksigen yang lebih banyak.

"Ikan bukan keracunan. Fenomena ini terjadi karena kadar oksigen di dalam air menurun akibat proses alami. Karena itu ikan terlihat lemas dan muncul ke permukaan," jelas Yuli.

Penjelasan tersebut membuktikan bahwa istilah Koyo yang dikenal masyarakat sebenarnya merujuk pada fenomena alam yang dalam ilmu pengetahuan disebut upwelling.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Fenomena Koyo di Ranu Klakah Lumajang: Penyebab Ikan Naik ke Permukaan, Ternyata Ini Penjelasan Ilmiahnya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!