Dari Ditentang Mertua hingga Viral dan Menginspirasi Anak Muda untuk Tidak Gengsi Bekerja
JATIM – Sosok Danil Abdul Azis (23), penjual cilok keliling asal Desa Patemon, Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, mendadak menjadi perhatian publik setelah video kesehariannya berjualan viral di media sosial dan ditonton hingga 8,6 juta kali.
Warganet menjulukinya sebagai "CEO Nyamar" atau "Sultan Menyamar" lantaran di balik profesinya sebagai pedagang cilok, Danil diketahui tinggal di rumah mewah berukuran sekitar 15 x 20 meter lengkap dengan garasi mobil.
Namun, di balik viralnya video tersebut, tersimpan kisah perjuangan seorang anak muda yang memilih hidup mandiri meski sempat ditentang keluarga sang istri.
Setiap hari sejak pukul 08.00 hingga sekitar pukul 15.00 WIB, Danil mangkal berjualan cilok di sekitar SPBU Tlogosari. Aktivitas sederhana itu awalnya hanya ia rekam untuk mengisi konten media sosial.
Tanpa diduga, salah satu videonya masuk halaman For You Page (FYP) TikTok dan menyebar luas hingga menjadi perbincangan di berbagai platform.
"Tapi malah viral. Bahkan ada salah satu video yang dilihat 8,6 juta penonton," ujar Danil saat ditemui sejumlah wartawan di rumahnya, Rabu (8/7/2026).
Perhatian publik semakin besar setelah warganet mengetahui bahwa rumah yang ditempati Danil bersama istrinya, Fera Faunia (21), dan anak mereka tergolong mewah untuk ukuran pedesaan.
Banyak yang mengira Danil tidak perlu bekerja keras karena berasal dari keluarga berada. Namun, Danil menegaskan rumah tersebut merupakan pemberian mertuanya, bukan hasil usahanya sendiri.
Keputusan Danil berjualan cilok ternyata tidak berjalan mulus. Pada awalnya, niatnya mencari nafkah sendiri justru mendapat penolakan dari mertua.
Bukan karena meragukan kemampuannya, melainkan karena keluarga sang istri merasa masih mampu memenuhi kebutuhan hidup anak dan menantunya.
"Awalnya memang sempat ditolak oleh mertua. Karena mertua merasa masih mampu menghidupi anak dan menantunya," kata Danil.
Menurut Danil, sang mertua bahkan beranggapan dirinya mampu mempekerjakan orang lain di sawah sehingga tidak perlu membiarkan anak dan menantunya berjualan di jalan. Meski demikian, Danil bersama istrinya tetap sepakat memilih jalan hidup mandiri.
"Namun saya bersama istri tetap bertekad untuk mandiri, meski cuma berjualan cilok," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: