Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 04 JULI 2026 • 16:55 WIB

BPBD Lumajang Pastikan Video Erupsi Gunung Semeru yang Viral di YouTube adalah Hoaks, Masyarakat Diminta Cek Fakta

BPBD Lumajang Pastikan Video Erupsi Gunung Semeru yang Viral di YouTube adalah Hoaks, Masyarakat Diminta Cek Fakta

JATIM – Pemerintah Kabupaten Lumajang memastikan video yang beredar di media sosial dan YouTube dengan narasi memperlihatkan erupsi terbaru Gunung Semeru merupakan informasi palsu atau hoaks. Masyarakat diminta tidak mudah percaya maupun menyebarkan konten yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan kepanikan.

Video tersebut diunggah oleh akun YouTube @bencanapopuler pada 3 Juli 2026 dan sempat ramai dibagikan di berbagai platform media sosial. Setelah dilakukan pemeriksaan, isi video dipastikan tidak sesuai dengan data resmi mengenai aktivitas Gunung Semeru.

BPBD Lumajang Tegaskan Video Erupsi Gunung Semeru Tidak Sesuai Fakta
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan pihaknya telah melakukan penelusuran terhadap video yang beredar dengan membandingkan narasi dalam konten tersebut dengan laporan resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Hasil verifikasi menunjukkan bahwa informasi yang disampaikan dalam video tidak sesuai dengan kondisi aktual aktivitas Gunung Semeru.

"Kami memastikan video yang beredar tersebut merupakan hoaks. Masyarakat jangan mudah percaya, apalagi langsung menyebarkannya sebelum memastikan kebenarannya. Untuk informasi aktivitas Gunung Semeru, jadikan data resmi dari PVMBG, BPBD Kabupaten Lumajang, dan Pemerintah Kabupaten Lumajang sebagai rujukan utama agar tidak menimbulkan kepanikan," ujar Isnugroho melalui pesan singkat, Sabtu (4/7/2026).

Data Resmi PVMBG: Gunung Semeru Memang Erupsi, tetapi Narasi Video Menyesatkan
BPBD Lumajang menjelaskan proses verifikasi dilakukan dengan mencocokkan isi video dengan laporan resmi aktivitas Gunung Semeru yang diterbitkan PVMBG melalui sistem MAGMA Indonesia.

Berdasarkan data PVMBG, Gunung Semeru mengalami erupsi pada 3 Juli 2026 pukul 06.06 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 700 meter di atas puncak dan mengarah ke tenggara.

Selanjutnya, pada 4 Juli 2026 pukul 06.08 WIB, kembali terjadi erupsi dengan kolom abu mencapai sekitar 1.400 meter di atas puncak yang bergerak ke arah selatan. Saat laporan diterbitkan, aktivitas erupsi masih berlangsung.

Meski erupsi memang terjadi, BPBD menegaskan bahwa visual maupun narasi yang beredar dalam video viral tersebut tidak menggambarkan kondisi sebenarnya sehingga dikategorikan sebagai informasi yang menyesatkan.

Status Gunung Semeru Masih Level III (Siaga)
Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Semeru masih berada pada Level III (Siaga).

PVMBG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak. Warga juga diminta tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah karena berpotensi terdampak lontaran material vulkanik.

Selain itu, masyarakat diharapkan tetap mewaspadai kemungkinan terjadinya awan panas guguran, aliran lava, serta banjir lahar di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Semeru, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.

Masyarakat Diminta Mengandalkan Informasi Resmi
Menurut Isnugroho, penyebaran informasi yang tidak benar dapat memicu keresahan di masyarakat sekaligus mengganggu proses penyampaian informasi resmi ketika terjadi bencana.

Karena itu, masyarakat diminta membiasakan diri melakukan cek fakta sebelum membagikan informasi yang diperoleh dari media sosial maupun platform digital lainnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dari Berbagai Sumber

BERITA TERBARU

BPBD Lumajang Pastikan Video Erupsi Gunung Semeru yang Viral di YouTube adalah Hoaks, Masyarakat Diminta Cek Fakta

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!