Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 29 JUNI 2026 • 10:56 WIB

Ritual Kebo-Keboan Alasmalang Banyuwangi 2026 Sedot Ribuan Wisatawan, Tradisi Adat Warisan Abad ke-18

Ritual Kebo-Keboan Alasmalang Banyuwangi 2026 Sedot Ribuan Wisatawan, Tradisi Adat Warisan Abad ke-18

JATIM – Ribuan warga dan wisatawan memadati Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi, Minggu (28/6/2026), untuk menyaksikan Ritual Adat Kebo-Keboan Alasmalang 2026. Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun ini menjadi ungkapan rasa syukur masyarakat atas kesuburan tanah sekaligus doa bersama agar hasil panen melimpah.

Ritual Kebo-Keboan merupakan salah satu tradisi budaya khas Banyuwangi yang setiap tahun selalu menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara. Selain memiliki nilai spiritual, tradisi ini juga menjadi daya tarik wisata budaya di ujung timur Pulau Jawa.

Prosesi diawali dengan kenduri desa, yaitu makan bersama menggunakan hidangan tumpeng dan kuliner khas Banyuwangi, Pecel Pithik. Setelah itu, ritual dilanjutkan dengan ider bumi, yakni arak-arakan mengelilingi desa menuju empat penjuru mata angin sebagai simbol harapan akan keselamatan, keberkahan, dan kemakmuran.

Keunikan tradisi ini terlihat dari puluhan warga yang berperan sebagai "kebo" atau kerbau. Tubuh mereka dilumuri jelaga hingga berwarna hitam pekat, lengkap dengan hiasan tanduk di kepala serta gelang kerincing di tangan dan kaki. Selama prosesi berlangsung, para peserta berjalan dan berperilaku layaknya kerbau yang sedang membajak sawah, berkubang di lumpur, hingga berguling di sepanjang rute arak-arakan.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan Ritual Kebo-Keboan merupakan bagian dari identitas masyarakat agraris Banyuwangi yang terus dijaga kelestariannya hingga saat ini.

"Tradisi ini telah berlangsung selama ratusan tahun dan diwariskan dari generasi ke generasi. Kami mengapresiasi para sesepuh adat, budayawan, pemuda, dan seluruh masyarakat Alasmalang yang terus menjaga tradisi ini tetap hidup," ujar Ipuk.

Menurutnya, Kebo-Keboan bukan sekadar atraksi budaya, tetapi juga mengandung nilai-nilai luhur seperti kerja keras, gotong royong, kebersamaan, dan disiplin yang menjadi karakter masyarakat Banyuwangi.

"Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat Banyuwangi, yaitu Tandang Bareng, bekerja bersama dan tumbuh bersama. Berbagai capaian pembangunan daerah lahir dari semangat gotong royong seluruh masyarakat," tambahnya.

Keunikan Ritual Kebo-Keboan juga berhasil memikat wisatawan mancanegara. Salah satunya Lara, wisatawan asal Amerika Serikat, yang mengaku kagum setelah menyaksikan prosesi adat tersebut.

"Tradisi ini sangat unik. Saya belum pernah melihat ritual seperti ini sebelumnya. Sungguh menakjubkan," ungkap Lara, yang sebelumnya juga mengunjungi kawasan wisata Gunung Ijen.

Tak hanya menjadi atraksi budaya, penyelenggaraan Ritual Kebo-Keboan juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Banyak pelaku usaha kecil dan pedagang di sekitar lokasi merasakan peningkatan omzet selama acara berlangsung.

Salah satunya Siti, pemilik warung di sekitar lokasi kegiatan. Ia mengaku seluruh dagangannya, mulai dari minuman hingga camilan, laris dibeli pengunjung.

"Alhamdulillah, setiap Kebo-Keboan digelar, dagangan saya selalu ramai pembeli," katanya.

Sebagai informasi, Tradisi Kebo-Keboan Alasmalang telah ada sejak abad ke-18 dan berawal dari kisah Buyut Karti, tokoh yang dipercaya menerima wangsit untuk menggelar upacara bersih desa dengan cara menjelma menjadi seekor kerbau. Hingga kini, tradisi tersebut tetap dilestarikan sebagai warisan budaya masyarakat Banyuwangi. Selain di Desa Alasmalang, ritual serupa juga masih dilaksanakan oleh masyarakat Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dari Berbagai Sumber

BERITA TERBARU

Ritual Kebo-Keboan Alasmalang Banyuwangi 2026 Sedot Ribuan Wisatawan, Tradisi Adat Warisan Abad ke-18

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!