Sabtu, 04 JULI 2026 • 17:20 WIB

35 Anak Cerebral Palsy Terima Kursi Roda Adaptif Gratis di Kota Probolinggo, Tingkatkan Mobilitas Penyandang Disabilitas

Author

JATIM – Sebanyak 35 anak penyandang cerebral palsy menerima bantuan kursi roda adaptif secara gratis dalam kegiatan sosial yang digelar di Aula Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Probolinggo, Jumat (3/7/2026).

Program kemanusiaan ini merupakan hasil kolaborasi Yayasan Ananda Mutiara (Y-AMI) Kota Probolinggo bersama Global Village Foundation Bali. Kursi roda adaptif yang dibagikan didatangkan dari Australia dan dirancang khusus sesuai kondisi fisik masing-masing anak agar mereka dapat bergerak lebih nyaman dan mandiri.

Kursi Roda Adaptif Bantu Anak Cerebral Palsy Lebih Mandiri
Ketua Yayasan Ananda Mutiara Kota Probolinggo, Eri Hatni Murti Susilowati, mengatakan bantuan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas hidup anak-anak penyandang cerebral palsy yang selama ini mengalami keterbatasan mobilitas.

Menurutnya, banyak anak dengan cerebral palsy yang hanya dapat beraktivitas di dalam rumah karena kesulitan bergerak.

"Program ini murni merupakan misi kemanusiaan. Kami ingin membantu anak-anak cerebral palsy agar memiliki alat bantu yang sesuai dengan kebutuhan tubuh mereka sehingga mobilitas dan kualitas hidupnya menjadi lebih baik," ujarnya.

Kursi roda adaptif memiliki desain khusus yang dilengkapi penyangga kepala, leher, bahu, punggung, pinggul, hingga kaki sehingga mampu menopang posisi duduk secara aman dan nyaman.

Penerima Bantuan Berasal dari Berbagai Daerah
Tidak hanya berasal dari Kota Probolinggo, penerima bantuan juga datang dari sejumlah daerah lain, seperti Kabupaten Probolinggo, Malang, Pasuruan, Lumajang, hingga Banyuwangi.

Mereka mengikuti proses penyesuaian atau fitting agar setiap kursi roda benar-benar sesuai dengan postur dan kebutuhan masing-masing anak.

Proses Penyesuaian Dilakukan Secara Detail
Sebelum diserahkan kepada penerima, setiap kursi roda adaptif harus melalui proses pengukuran yang dilakukan oleh tim teknis.

Berbeda dengan kursi roda biasa, alat bantu ini memerlukan pengaturan yang lebih rinci pada bagian sandaran kepala, leher, punggung, pinggul, serta penyangga kaki.

Proses tersebut bertujuan memastikan anak memperoleh posisi duduk yang benar sehingga lebih nyaman, aman, dan mendukung aktivitas sehari-hari. Karena itu, kursi roda tidak langsung dibawa pulang sebelum seluruh penyesuaian selesai dilakukan.

Pemkot Probolinggo Dukung Kota yang Ramah Disabilitas
Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari turut hadir dalam kegiatan tersebut dan menyerahkan bantuan kepada para penerima.

Ia juga menyapa anak-anak serta orang tua yang mendampingi, sekaligus memberikan semangat agar terus mendukung tumbuh kembang anak-anak mereka.

"Bagi saya, bisa menjadi bagian dari kebahagiaan mereka merupakan kebahagiaan tersendiri. Anak-anak ini memiliki hak yang sama untuk tumbuh, belajar, dan mendapatkan perhatian. Kita harus terus membangun kepedulian agar Kota Probolinggo semakin ramah dan inklusif bagi penyandang disabilitas," ujarnya.

Orang Tua Penerima Merasa Sangat Terbantu
Salah satu penerima manfaat adalah Arfa (11), warga Kelurahan Sukoharjo, Kota Probolinggo.

Ayah Arfa, Hendi Hariyanto, mengaku sangat bersyukur karena putranya akhirnya memiliki kursi roda yang sesuai dengan kondisi tubuhnya.

Sebelumnya, Arfa menggunakan kursi roda orang dewasa peninggalan kakeknya yang ukurannya tidak sesuai sehingga kurang nyaman digunakan.

"Alhamdulillah kami sangat terbantu. Sekarang anak saya mendapatkan kursi roda yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan fisiknya," kata Hendi.

Meski memiliki keterbatasan fisik, Arfa dikenal sebagai siswa berprestasi di sekolah umum dan rutin meraih peringkat tiga besar di kelasnya.

Kolaborasi untuk Meningkatkan Layanan bagi Penyandang Disabilitas
Setiap kursi roda adaptif yang disalurkan memiliki nilai mencapai belasan juta rupiah karena dirancang secara khusus sesuai kebutuhan masing-masing pengguna.

Program ini menjadi bukti nyata kolaborasi berbagai pihak dalam meningkatkan akses layanan bagi penyandang disabilitas.

Kegiatan tersebut juga melibatkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Probolinggo, Forum PUSPA Bayuangga, serta Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia Semesta (PPDIS) sebagai bentuk sinergi dalam memperkuat kepedulian sosial.

Melalui program ini, diharapkan semakin banyak anak penyandang cerebral palsy yang memperoleh alat bantu yang layak sehingga dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman, mandiri, dan memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh serta berkembang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dari Berbagai Sumber

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU