Sabtu, 04 JULI 2026 • 17:02 WIB

TPS3R Kertosari Banyuwangi Mulai Dibangun, Solusi Pengelolaan Sampah Didukung Uni Emirat Arab

Author

JATIM – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi resmi memulai pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Kertosari di Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi. Fasilitas yang didukung pendanaan dari Uni Emirat Arab (UEA) melalui program Clean Rivers ini diharapkan menjadi solusi untuk mengurangi persoalan sampah di kawasan perkotaan.

Pembangunan TPS3R ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani pada Jumat (3/7/2026). Proyek tersebut berdiri di atas lahan seluas sekitar 1,5 hektare dan ditargetkan selesai dalam waktu 10 bulan.

TPS3R Kertosari Berkapasitas 50 Ton Sampah per Hari
Setelah beroperasi, TPS3R Kertosari akan mengolah sampah rumah tangga yang telah dipilah dari wilayah perkotaan Banyuwangi sebelum dikirim ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Dengan kapasitas pengolahan sekitar 50 ton sampah per hari, fasilitas ini diproyeksikan melayani 56 desa dan kelurahan di Kecamatan Banyuwangi serta beberapa wilayah di sekitarnya.

Keberadaan TPS3R diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA sekaligus meningkatkan sistem pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.

Bupati Ipuk: Pengelolaan Sampah Harus Dimulai dari Rumah Tangga
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan pembangunan TPS3R menjadi langkah strategis dalam mengatasi persoalan sampah di wilayah perkotaan yang memiliki tingkat kepadatan penduduk cukup tinggi.

Menurutnya, pembangunan fasilitas pengolahan sampah harus diiringi dengan perubahan perilaku masyarakat agar hasilnya lebih maksimal.

"TPS3R Kertosari diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan sampah di kawasan perkotaan. Namun, penyelesaian masalah sampah tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas. Kesadaran masyarakat untuk memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah juga menjadi kunci utama," ujar Ipuk.

Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah luar negeri, yang ikut membantu pengembangan sistem pengelolaan sampah berkelanjutan di Banyuwangi.

Dukungan Uni Emirat Arab Perkuat Program Pengelolaan Sampah Banyuwangi
Pembangunan TPS3R Kertosari didanai oleh Pemerintah Uni Emirat Arab melalui program Clean Rivers.

Sebelumnya, Banyuwangi juga telah memperoleh dukungan internasional untuk pengelolaan sampah dari Pemerintah Norwegia serta perusahaan asal Austria, Borealis, dalam pembangunan sejumlah fasilitas serupa.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan di Kabupaten Banyuwangi.

Banyuwangi Kini Miliki Tiga TPS3R Strategis
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi, Bayu Hadiyanto, menjelaskan bahwa TPS3R Kertosari menjadi fasilitas pengolahan sampah ketiga yang dibangun di Banyuwangi.

Sebelumnya, TPS3R di Desa Baluk, Kecamatan Songgon, telah beroperasi sejak 2023 dengan kapasitas pengolahan mencapai 100 ton sampah per hari dan melayani 73 desa.

Sementara itu, TPS3R di Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo, saat ini masih dalam tahap pembangunan dengan progres sekitar 50 persen. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas 160 ton per hari dan nantinya akan melayani 37 desa di delapan kecamatan.

Dua TPS3R Baru Akan Dibangun di Genteng dan Wongsorejo
Bayu menambahkan, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi masih akan menambah dua TPS3R baru untuk memperluas layanan pengelolaan sampah.

TPS3R di Kecamatan Genteng akan dibangun melalui program Clean Rivers dengan dukungan pendanaan dari Uni Emirat Arab. Sementara TPS3R di Kecamatan Wongsorejo akan dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

Penambahan fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan cakupan layanan pengelolaan sampah sekaligus mengurangi beban tempat pembuangan akhir di Banyuwangi.

Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Jadi Fokus Banyuwangi
Senior Program Manager Banyuwangi Hijau, Lintong Manik, menjelaskan bahwa pembangunan TPS3R Kertosari merupakan bagian dari strategi besar pengelolaan sampah berkelanjutan.

Program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat, memperkuat kelembagaan, serta membangun sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dari tingkat rumah tangga hingga fasilitas pengolahan.

"Kami memperkuat seluruh ekosistem pengelolaan sampah, mulai dari rumah tangga, desa, hingga tempat pengolahan. TPS3R Kertosari akan meningkatkan kapasitas layanan sekaligus mendorong praktik pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan," jelas Lintong.

Dengan bertambahnya TPS3R di berbagai wilayah, Banyuwangi terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dari Berbagai Sumber

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU