Sabtu, 04 JULI 2026 • 16:48 WIB

Segoro Topeng Kaliwungu 2026 Hidupkan Kejayaan Lamajang, Ribuan Warga Padati Pantai Watu Pecak

Author

JATIM – Kejayaan sebuah daerah tidak selalu dibuktikan dengan bangunan megah atau peninggalan bersejarah yang masih berdiri hingga kini. Di Kabupaten Lumajang, warisan itu tetap hidup melalui seni, budaya, dan tradisi yang terus dijaga oleh generasi muda.

Semangat tersebut terlihat dalam gelaran Segoro Topeng Kaliwungu 2026 yang berlangsung di Pantai Watu Pecak, Sabtu (28/6/2026). Ribuan masyarakat memadati kawasan pantai untuk menyaksikan pertunjukan tari kolosal yang mengangkat tema "Lamajang The Land of Glory."

Menjelang matahari terbenam, suasana Pantai Watu Pecak dipenuhi antusiasme warga. Cahaya senja yang memantul di permukaan Laut Selatan menciptakan pemandangan indah, sementara ratusan penari telah bersiap di balik panggung untuk menampilkan kisah kejayaan Lamajang melalui seni tari.

Segoro Topeng Kaliwungu Jadi Ajang Pelestarian Budaya Lumajang
Ratusan penari dari berbagai sekolah dan sanggar tari di Kabupaten Lumajang tampil dalam pertunjukan kolosal yang memukau ribuan penonton.

Tak hanya menjadi hiburan, Segoro Topeng Kaliwungu juga menjadi sarana pelestarian budaya daerah. Festival ini mempertemukan generasi muda dengan sejarah dan nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur.

Di balik penampilan yang memukau, terdapat proses panjang yang telah dilalui para penari. Selama berbulan-bulan mereka menjalani latihan rutin, mulai dari seleksi peserta, pendalaman gerakan, hingga latihan gabungan yang melibatkan sekitar seribu penari dari berbagai wilayah di Lumajang.

Semua proses tersebut dilakukan demi menjaga agar warisan budaya tetap lestari dan terus dikenal oleh generasi berikutnya.

Mengangkat Sejarah Kerajaan Lamajang Tigang Njuru
Tema "Lamajang The Land of Glory" dipilih sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah Kerajaan Lamajang Tigang Njuru yang menjadi bagian penting perjalanan peradaban di Jawa Timur.

Melalui koreografi yang dipadukan dengan musik tradisional dan penggunaan topeng khas, pertunjukan ini mengajak masyarakat mengenal kembali sejarah daerahnya dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami.

Selain itu, Tari Topeng Kaliwungu juga telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Status tersebut menjadi bukti bahwa kesenian asli Lumajang memiliki nilai budaya yang penting, tidak hanya bagi masyarakat setempat tetapi juga sebagai bagian dari kekayaan budaya nasional.

Ribuan Generasi Muda Terlibat Menjaga Tradisi
Keunikan Segoro Topeng Kaliwungu terletak pada keterlibatan para pelajar dan anggota sanggar tari dari berbagai daerah di Lumajang.

Mereka tidak hanya tampil sebagai penari, tetapi juga belajar memahami sejarah, filosofi gerakan, hingga makna dari setiap topeng yang digunakan dalam pertunjukan.

Melalui festival ini, regenerasi pelaku seni terus berlangsung sehingga tradisi tidak berhenti pada satu generasi saja.

Anggun Kirani Ramadhani, Penari Muda yang Bangga Menjadi Bagian Segoro Topeng Kaliwungu
Di antara ratusan penari yang tampil, terdapat Anggun Kirani Ramadhani, siswi kelas XI SMA Negeri 2 Lumajang yang baru sekitar satu tahun bergabung dengan Sanggar Tari Dewi Songgo Langit.

Meski masih tergolong baru, Anggun berhasil lolos seleksi dan mendapat kesempatan tampil dalam Segoro Topeng Kaliwungu 2026.

Kecintaannya terhadap dunia tari sudah tumbuh sejak masih duduk di bangku SMP. Berbekal dukungan keluarga, ia kemudian memutuskan bergabung dengan sanggar untuk mengembangkan kemampuannya.

"Saya baru bergabung dengan sanggar sekitar satu tahun karena baru terkumpul niat dan mendapat izin dari orang tua. Tetapi saya memang sudah suka menari sejak kecil. Waktu kelas VIII SMP saya sudah diberi kesempatan tampil," ujarnya.

Lolos Seleksi Jadi Momen yang Tak Terlupakan
Saat proses seleksi penari berlangsung, Anggun mengaku sempat merasa gugup karena harus bersaing dengan banyak peserta dari sekolah maupun sanggar tari di seluruh Kabupaten Lumajang.

Rasa penasaran membuatnya tidak berani melihat hasil seleksi secara langsung. Ia justru meminta temannya membacakan daftar nama peserta yang dinyatakan lolos.

Ketika namanya disebut, rasa haru dan bangga langsung menyelimuti dirinya.

"Saya meminta bantuan teman untuk membacakan apakah nama saya ada atau tidak. Ternyata ada. Saat itu saya benar-benar senang, bangga, dan terharu. Ini pertama kalinya saya mengikuti event yang memang ditunggu-tunggu banyak orang di Lumajang," kenangnya.

Latihan Berbulan-bulan Demi Penampilan Terbaik
Kesempatan tampil di Segoro Topeng Kaliwungu bukanlah akhir dari perjuangan. Para penari masih harus menjalani latihan intensif setiap akhir pekan.

Setiap Sabtu digunakan untuk latihan kelompok, sedangkan Minggu menjadi jadwal latihan gabungan yang digelar di Stadion Semeru maupun Alun-alun Lumajang.

Selama latihan, para penari belajar membangun kekompakan, menyamakan gerakan, mengikuti irama musik, hingga menjaga formasi agar tetap harmonis saat tampil di atas panggung.

Menurut Anggun, proses latihan justru menjadi pengalaman paling berharga karena ia bisa mengenal banyak teman baru dari berbagai sekolah dan sanggar tari.

"Saya senang bisa bertemu teman-teman baru dan para pelatih yang luar biasa. Itu menjadi pengalaman yang paling berkesan bagi saya," katanya.

Segoro Topeng Kaliwungu Bukan Sekadar Festival Budaya
Lebih dari sebuah pertunjukan seni, Segoro Topeng Kaliwungu menjadi simbol komitmen masyarakat Lumajang dalam menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Melalui keterlibatan generasi muda, festival ini membuktikan bahwa budaya tidak hanya disimpan sebagai cerita masa lalu, tetapi terus diwariskan melalui karya, kreativitas, dan semangat untuk melestarikannya.

Segoro Topeng Kaliwungu 2026 menjadi bukti bahwa kejayaan Lamajang masih menyala hingga hari ini, hadir melalui gerak tari, tabuhan musik, dan semangat para generasi muda yang siap meneruskan warisan budaya Kabupaten Lumajang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dari Berbagai Sumber

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU