Ekonomi Jember Tumbuh 6,35 Persen pada Triwulan I 2026, Tertinggi di Sekar Kijang dan Lampaui Jawa Timur
JATIM - Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur yang dirilis pada Juni 2026, ekonomi Jember tumbuh sebesar 6,35 persen secara tahunan atau year on year (y-on-y).
Pertumbuhan ekonomi ini dinilai baik, pada triwulan I tahun 2026.
Terkait angka presentase ini, diketahui juga menjadi yang tertinggi di kawasan Sekar Kijang, sekaligus melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang berada di angka 5,96 persen dan nasional sebesar 5,61 persen.
Capaian tersebut menempatkan Jember di posisi teratas dibandingkan daerah lain di kawasan Sekar Kijang.
Untuk wilayah kabupaten lain, diketahui Banyuwangi mencatat pertumbuhan ekonomi 6,14 persen, Lumajang 5,89 persen, Situbondo 5,50 persen, dan Bondowoso 5,40 persen.
Jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Jember juga menunjukkan peningkatan signifikan dari 5,33 persen pada triwulan I 2025 menjadi 6,35 persen pada triwulan I 2026.
"Pertumbuhan ekonomi tersebut didorong sejumlah sektor strategis yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Sektor pertanian, kehutanan dan perikanan menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi pertumbuhan sebesar 1,51 persen, disusul industri pengolahan 1,45 persen, perdagangan 0,89 persen, serta informasi dan komunikasi sebesar 0,72 persen," ujar Kepala BPS Kabupaten Jember, Peni Dwi Wahyu Winarsih, saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Jumat (12/6/2026).
Lanjut Peni, dilihat dari sumber pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2026, terdapat empat lapangan usaha yang memberikan kontribusi signifikan.
"Diantaranya yakni pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 1,51 persen, industri pengolahan 1,45 persen, perdagangan 0,89 persen, serta informasi dan komunikasi 0,72 persen,” paparnya.
Pertumbuhan sektor pertanian menjadi faktor utama yang mengangkat kinerja ekonomi Jember pada awal tahun ini.
Produksi tanaman pangan, khususnya padi dan jagung, mengalami peningkatan cukup tinggi. Produksi padi tercatat tumbuh sekitar 27 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kondisi cuaca yang mendukung dengan curah hujan yang cukup sepanjang awal tahun menjadi salah satu faktor meningkatnya produktivitas lahan pertanian.
Lebih lanjut kata Peni, selain tanaman pangan, sektor peternakan juga mengalami pertumbuhan akibat meningkatnya kebutuhan daging dan telur ayam untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Di sektor perikanan, hasil tangkapan ikan laut pada triwulan I 2026 juga tercatat lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Meningkatnya produksi pada sektor-sektor tersebut kemudian mendorong aktivitas perdagangan karena volume transaksi berbagai komoditas ikut bertambah," ujarnya.
Secara struktur ekonomi, industri pengolahan masih menjadi penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Jember dengan porsi 22,86 persen.
Peni menjelaskan, sementara untuk sektor pertanian menyumbang 22,03 persen dan perdagangan sebesar 15,74 persen.
Di sisi lain, sejumlah sektor jasa juga menunjukkan pertumbuhan yang cukup tinggi. Kategori jasa perusahaan tumbuh 11,30 persen, jasa lainnya 10,88 persen, jasa kesehatan dan kegiatan sosial 10,60 persen, konstruksi 9,35 persen, serta penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 8,91 persen.
"BPS mencatat penguatan ekonomi Jember pada triwulan I 2026 juga didorong sektor sekunder, terutama industri pengolahan dan konstruksi. Pada sektor industri pengolahan, pertumbuhan dipicu meningkatnya produksi industri makanan dan minuman sekitar 7 persen serta industri lainnya sekitar 5 persen," ulasnya.
Sementara itu, lebih lanjut Peni menyampaikan, sektor konstruksi mengalami percepatan pertumbuhan yang salah satunya dipengaruhi pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Jika pada triwulan I 2025 jumlah SPPG masih berada pada angka satu digit, maka pada periode yang sama tahun 2026 jumlahnya hampir mencapai 200 unit.
Peni menilai pertumbuhan ekonomi Jember memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan Jawa Timur maupun nasional karena ditopang sektor-sektor unggulan yang menjadi kekuatan daerah.
Menurutnya, dominasi sektor pertanian dan industri pengolahan dalam struktur ekonomi Jember membuat peningkatan produktivitas pada kedua sektor tersebut memberikan dampak yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
“Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jember lebih tinggi dibandingkan Jawa Timur maupun nasional. Kinerja tersebut terutama ditopang oleh sektor pertanian dan industri pengolahan yang tumbuh lebih tinggi serta memiliki kontribusi dominan dalam struktur ekonomi Jember,” jelasnya.
Lebih jauh Peni menjelaskan, capaian pertumbuhan sebesar 6,35 persen ini menunjukkan kemampuan Jember menjaga momentum pemulihan dan penguatan ekonomi di tengah berbagai tantangan.
"Dukungan sektor pertanian yang kuat, berkembangnya industri pengolahan, meningkatnya aktivitas perdagangan, serta pertumbuhan sektor jasa menjadi fondasi utama yang mendorong perekonomian daerah terus bergerak positif," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan