Kamis, 11 JUNI 2026 • 19:48 WIB

Pemadaman Listrik Bergiliran Terjadi di Jember, PLN Klarifikasi Isu Blackout dan Kelangkaan Batu Bara

Author

JATIM – Pemadaman listrik bergiliran yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Jember dalam dua hari terakhir memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Selain dikeluhkan warga karena mengganggu aktivitas sehari-hari, pemadaman tersebut juga diiringi beredarnya pesan berantai dan infografis di media sosial maupun grup WhatsApp yang menyebut sistem kelistrikan di Pulau Jawa sedang mengalami defisit akibat kelangkaan batu bara.

"Ibu bapak warga sekalian, meneruskan informasi... mohon siap2 ya... malam ini dan malam2 kedepan mungkin akan ada pemadaman Listrik bergilir di Jawa, karena sistem Listrik lagi defisit berat karena kelangkaan Batubara (harga mahal karena Dollar) 🙏😊 Sambil kita tunggu update2 berikutnya dari PLN njih 🙏😊," tulis info yang beredar di medsos dan Grup WhatsApp.

Berdasarkan informasi yang beredar itu, masyarakat diminta bersiap menghadapi pemadaman bergilir pada malam hari hingga beberapa hari ke depan. 

Dalam pesan tersebut disebutkan bahwa sistem kelistrikan mengalami defisit berat karena pasokan batu bara berkurang seiring kenaikan harga dolar Amerika Serikat. Pesan itu juga disertai poster bertuliskan "PLN UID Jatim Manual Load Shedding" yang mencantumkan sejumlah wilayah terdampak, termasuk Jember.

Beredarnya informasi tersebut membuat sebagian warga mengaitkan pemadaman yang terjadi dengan isu blackout atau gangguan sistem kelistrikan yang lebih luas.

Salah seorang warga Tegal Besar, Jember, Safitri, mengaku mengalami pemadaman listrik pada Rabu (10/6/2026) sekitar pukul 16.30 WIB hingga 18.30 WIB.

"Kemarin pemadaman listrik dari pukul setengah 5 sore sampai setengah 7 malam. Informasi dari teman saya di daerah Sukorambi juga sama. Dari pemadaman itu ya bingung juga, apalagi saat mau cuci-cuci baju. Apalagi isunya blackout atau pemadaman ini terjadi di wilayah Pulau Jawa dan Bali. Semoga ada solusilah," ujarnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Jember Kota, Jermia Devriadi Raharjo, menjelaskan bahwa PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur memang tengah melakukan manajemen beban secara terbatas di sebagian wilayah layanan. 

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya penguatan dan pemeliharaan sistem kelistrikan guna menjaga keandalan pasokan listrik kepada pelanggan.

"Saat ini PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur tengah melakukan manajemen beban secara terbatas di sebagian wilayah layanan. Dalam pelaksanaannya, sebagian pelanggan dapat mengalami penghentian sementara aliran listrik dengan durasi yang menyesuaikan kondisi operasional sistem di masing-masing wilayah," kata Jermia.

Menurutnya, petugas operasional telah disiagakan untuk memastikan sistem kelistrikan tetap aman, terkendali, dan andal selama proses tersebut berlangsung.

Terkait infografis yang beredar luas di media sosial dan aplikasi perpesanan, PLN Jember menyatakan tidak menerima informasi resmi mengenai materi tersebut. 

Karena itu, kata Jeremia, pihaknya tidak dapat memastikan kebenaran informasi yang tercantum dalam poster yang beredar.

"Oleh karena itu, informasi terkait wilayah terdampak perlu kami cek terlebih dahulu berdasarkan lokasi, agar informasi yang disampaikan kepada pelanggan dapat dipastikan benar dan akurat," ujarnya.

Sementara mengenai isu kelangkaan batu bara yang disebut menjadi penyebab pemadaman, lebih lanjut Jermia menegaskan bahwa informasi tersebut bukan merupakan kewenangan PLN Jember sehingga pihaknya tidak dapat memberikan penjelasan lebih lanjut.

*Terkait informasi stok batu bara, mohon maaf hal tersebut bukan merupakan kewenangan kami dalam pengelolaannya, sehingga kami belum dapat memberikan informasi lebih lanjut terkait hal tersebut," tuturnya.

PLN juga belum dapat memastikan apakah penghentian sementara aliran listrik masih akan terjadi dalam beberapa hari mendatang. 

"Untuk waktu pemeliharaan melihat kondisi juga ya, karena ada beberapa even yang butuh keandalan, seperti ONS atau kegiatan lain nya," tandasnya.

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin terjadi. Untuk informasi lebih lanjut, pelanggan dapat mengakses kanal resmi PLN melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center PLN 123," imbuhnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU