Rabu, 18 FEBRUARI 2026 • 18:27 WIB

Jelang Ramadan 2026, Harga Bahan Pokok di Jember Melonjak Tajam, Cabai Rawit Tembus Rp120 Ribu per Kilogram

Author

JATIM - Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, harga sejumlah bahan pokok di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengalami kenaikan signifikan pada Rabu (18/2/2026).

Lonjakan harga tersebut juga terpantau di Pasar Tanjung, Jalan Samanhudi, Kecamatan Kaliwates, Jember, Jawa Timur. Sejumlah komoditas seperti cabai, bawang merah, hingga daging ayam tercatat mengalami kenaikan cukup tajam dan menyentuh level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga cabai rawit kini mencapai Rp120.000 per kilogram. Angka ini naik dari Rp100.000 per kilogram empat hari sebelumnya, dan jauh melambung dibandingkan harga normal yang biasanya berkisar Rp60.000 per kilogram. 

Selain cabai rawit, cabai merah besar juga mengalami kenaikan dua kali lipat, dari Rp20.000 menjadi Rp40.000 per kilogram. Sementara itu, bawang merah kini dijual seharga Rp50.000 per kilogram dari sebelumnya Rp30.000 per kilogram.

Jamrotul Fuadah, salah satu pedagang di Pasar Tanjung, mengatakan kenaikan harga sudah terjadi dalam beberapa pekan terakhir dan semakin terasa mendekati Ramadan.

“Sebelumnya Rp100.000 empat hari lalu, sekarang sudah menyentuh Rp120.000 per kilogram. Cabai jenis lain seperti cabai merah besar sekarang Rp40.000 sebelumnya Rp20.000, terus bawang merah juga naik sekarang Rp50.000 dari sebelumnya Rp30.000,” ujarnya saat ditemui di lapaknya, Rabu (18/2/2026).

Menurut Fuadah, lonjakan harga dipicu oleh kualitas pasokan yang menurun akibat cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Ia menyebut pasokan barang sebenarnya masih tersedia, namun kualitasnya kurang baik sehingga memengaruhi harga jual di pasaran. “Kalau pasokannya tetap, tapi kualitas barangnya yang kurang,” imbuhnya.

Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas daging ayam. Saat ini harga daging ayam ras mencapai Rp40.000 per kilogram, naik dari sebelumnya sekitar Rp36.000 per kilogram. 

Devi, salah satu pedagang ayam di pasar tersebut, mengaku kenaikan tahun ini terasa lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya. 

“Semoga harganya tidak naik lagi, ini enggak sama dengan tahun sebelumnya, naiknya cepat. Belum lagi sekarang juga sepi pembeli,” ungkapnya.

Sejumlah pedagang memprediksi harga bahan pokok masih berpotensi mengalami kenaikan hingga pertengahan Ramadan, bahkan mendekati Hari Raya Idul Fitri. Kondisi ini dikhawatirkan akan semakin membebani masyarakat, terutama kalangan rumah tangga, yang kebutuhan konsumsinya meningkat selama bulan puasa.

Hingga saat ini, aktivitas jual beli di Pasar Tanjung terpantau berjalan normal, meski sebagian pedagang mengeluhkan daya beli masyarakat yang cenderung menurun akibat kenaikan harga.

"Ya semoga nantinya harga bisa stabil saat puasaan. Tapi bisa jadi saat lebaran nanti, lebih naik harganya. Semoga gak terjadilah," ucap salah seorang pembeli, Sutimah warga Jalan Kh. Siddiq, Kaliwates, saat dikonfirmasi terpisah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dari Berbagai Sumber

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU