
JATIM - Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) yang menjadi acuan pada tahun 2026, persentase penduduk miskin di Kabupaten Mojokerto tercatat sebesar 8,79 persen. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 0,58 poin persentase dibandingkan Maret 2024 yang berada di angka 9,37 persen.
Secara absolut, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Mojokerto mencapai sekitar 102,67 ribu jiwa, turun sekitar 6,05 ribu jiwa dibandingkan tahun sebelumnya.
Garis Kemiskinan Kabupaten Mojokerto
BPS mencatat Garis Kemiskinan Kabupaten Mojokerto pada Maret 2025 sebesar Rp526.397 per kapita per bulan, meningkat dibandingkan Maret 2024 sebesar Rp508.618 per kapita per bulan. Kenaikan ini dipengaruhi oleh meningkatnya harga kebutuhan pokok dan biaya hidup masyarakat.
Penyebab Angka Kemiskinan di Mojokerto Menurun
Beberapa faktor yang dinilai berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Mojokerto antara lain:
Pertumbuhan ekonomi daerah yang didorong oleh sektor industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian.
Peningkatan kesempatan kerja, terutama di kawasan industri Mojokerto.
Program bantuan sosial pemerintah, seperti bantuan pangan, Program Keluarga Harapan (PKH), dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Pengembangan UMKM, yang membantu meningkatkan pendapatan masyarakat.
Pembangunan infrastruktur, yang memperlancar distribusi barang dan meningkatkan aktivitas ekonomi.
Tantangan yang Masih Dihadapi
Meski angka kemiskinan menurun, Kabupaten Mojokerto masih menghadapi beberapa tantangan, seperti:
Ketimpangan pendapatan antarwilayah.
Kenaikan biaya kebutuhan pokok.
Masih adanya masyarakat yang bekerja di sektor informal dengan pendapatan tidak tetap.
Perlunya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan kerja.
Tren Kemiskinan Kabupaten Mojokerto
Dalam beberapa tahun terakhir, tingkat kemiskinan di Kabupaten Mojokerto menunjukkan tren yang terus membaik.
2021: 10,62%
2022: 9,71%
2023: 9,80%
2024: 9,37%
2025 (acuan 2026): 8,79%
Penurunan tersebut menunjukkan bahwa program pembangunan daerah dan pemulihan ekonomi mulai memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat.
Data BPS yang menjadi acuan pada tahun 2026 menunjukkan bahwa persentase penduduk miskin di Kabupaten Mojokerto berada di angka 8,79 persen, dengan jumlah penduduk miskin sekitar 102,67 ribu jiwa. Penurunan ini didorong oleh pertumbuhan ekonomi, meningkatnya kesempatan kerja, program perlindungan sosial, serta pengembangan sektor UMKM. Meskipun demikian, pemerintah daerah masih perlu memperkuat upaya pengentasan kemiskinan melalui penciptaan lapangan kerja yang lebih luas, peningkatan kualitas pendidikan, dan pemerataan pembangunan agar kesejahteraan masyarakat terus meningkat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: