JATIM - Band legendaris asal Inggris, Oasis, akhirnya resmi melakukan comeback setelah vakum selama lebih dari satu dekade. Grup yang digawangi oleh kakak beradik Liam dan Noel Gallagher itu membuka tur reuni mereka bertajuk “Oasis Live ’25” di Principality Stadium, Cardiff, pada Kamis malam, 4 Juli 2025.
Konser pembuka tersebut menjadi momen bersejarah bagi jutaan penggemar Britpop di seluruh dunia. Ribuan penonton memadati stadion dan disambut dengan pembukaan lagu "Hello", disusul dengan deretan hits legendaris seperti “Cigarettes & Alcohol,” “Live Forever,” “Wonderwall,” hingga “Champagne Supernova.”
Tur ini sekaligus menjadi momen rekonsiliasi Liam dan Noel di atas panggung setelah lebih dari 15 tahun berseteru. Meski interaksi mereka masih terbatas, keduanya terlihat berjabat tangan di akhir konser — sebuah simbol damai yang menyentuh para penggemar.
Tak hanya Liam dan Noel, tur ini juga menampilkan beberapa personel lama seperti Paul “Bonehead” Arthurs, Gem Archer, dan Andy Bell, dengan tambahan drummer Joey Waronker dan keyboardist Christian Madden. Kehadiran formasi ini membawa nuansa klasik yang begitu dirindukan para penggemar.
“Ini adalah malam yang luar biasa. Rasanya seperti 1995 kembali hidup,” ujar salah satu penonton kepada media lokal di Cardiff.
Antusiasme Global dan Tiket Ludes Terjual
Tur “Oasis Live ’25” mencakup 41 konser yang tersebar di Inggris, Eropa, Amerika Utara, Asia, hingga Amerika Selatan. Tingginya antusiasme terlihat dari penjualan tiket yang langsung ludes dalam hitungan jam. Bahkan, pihak promotor menambahkan jadwal ekstra di beberapa kota untuk mengakomodasi permintaan yang membludak.
Tak kurang dari 14 juta orang tercatat mengakses sistem tiket pada hari pertama penjualan, sebuah angka yang mencerminkan kerinduan besar terhadap kembalinya Oasis ke panggung dunia.
Dampak Ekonomi dan Budaya
Konser pembuka di Cardiff diprediksi membawa dampak ekonomi signifikan, mulai dari peningkatan kunjungan wisatawan, okupansi hotel, hingga penjualan merchandise resmi. Selain itu, kembalinya Oasis juga dianggap sebagai momentum kebangkitan genre Britpop yang sempat meredup di kancah musik global.
Setelah bertahun-tahun spekulasi dan harapan, Oasis akhirnya kembali — bukan hanya sebagai band, tetapi sebagai simbol dari persaudaraan, nostalgia, dan kejayaan musik Inggris. Tur “Live ’25” tak hanya akan menjadi tur reuni, tapi juga perayaan bagi seluruh generasi penggemar yang tumbuh bersama lagu-lagu mereka.
Konser selanjutnya akan digelar di Dublin, sebelum berlanjut ke kota-kota besar lainnya seperti Manchester, New York, Tokyo, dan São Paulo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dari Berbagai Sumber