Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 11 NOVEMBER 2025 • 13:53 WIB

Asal-Usul Fenomena Sound Horeg di Kalangan Muda: Dari Tradisi Lokal hingga Tren Nasional

Asal-Usul Fenomena Sound Horeg di Kalangan Muda: Dari Tradisi Lokal hingga Tren Nasional

JATIM – Dalam beberapa tahun terakhir, fenomena Sound Horeg semakin populer di kalangan anak muda, terutama di desa-desa Jawa Timur, Jawa Tengah, dan sebagian Jawa Barat. Suara musik dengan bass kuat, distorsi tinggi, dan karakter “pecah” ini banyak digunakan dalam acara hajatan, karnaval, hingga hiburan malam anak muda. Meski kerap menuai pro dan kontra, Sound Horeg kini telah menjadi bagian dari budaya populer generasi muda di daerah.

Apa Itu Sound Horeg?

“Sound Horeg” adalah istilah lokal yang merujuk pada suara sound system yang sengaja dibuat pecah, cempreng, dan memiliki bass bergetar keras. Berbeda dari sound profesional yang jernih dan seimbang, sound horeg justru dianggap semakin asyik ketika:

Bass dibuat sangat tebal

Treble dibiarkan pecah dan menggigit

Distorsi dikeluarkan sampai terdengar “jor-joran”

Karakter suara ini dianggap memberikan sensasi berbeda, terutama untuk musik dangdut koplo, bass boosted, dan remix TikTok.

Asal-Usul Sound Horeg: Dari Tradisi Lokal hingga Budaya Digital

1. Berawal dari Hajatan Desa

Fenomena ini diperkirakan muncul sejak awal 2010-an, ketika banyak warga desa mulai menggunakan sound system rakitan untuk pesta pernikahan, tahlilan besar, atau hiburan kampung.

Karena keterbatasan alat, suara yang dihasilkan sering pecah—hingga kemudian menjadi ciri yang justru dianggap “unik” dan menciptakan suasana meriah.

2. Pengaruh Bass Culture dari Jawa Timur

Jawa Timur dikenal memiliki kultur musik berbass kuat, seperti:

Dangdut koplo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dari Berbagai Sumber

BERITA TERBARU

Asal-Usul Fenomena Sound Horeg di Kalangan Muda: Dari Tradisi Lokal hingga Tren Nasional

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!