Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 21 OKTOBER 2025 • 08:45 WIB

Sejarah dan Asal Usul Tari Gandrung, Warisan Budaya Ikonik Banyuwangi

Sejarah dan Asal Usul Tari Gandrung, Warisan Budaya Ikonik Banyuwangi

JATIM – Tari Gandrung Banyuwangi merupakan salah satu warisan budaya tak benda Indonesia yang lahir dan berkembang di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Tarian ini bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi memiliki sejarah panjang dan makna filosofis yang mendalam bagi masyarakat Osing, suku asli Banyuwangi.

Lahir dari Sejarah Perjuangan

Asal-usul Tari Gandrung tak lepas dari peristiwa Perang Puputan Bayu pada akhir abad ke-18, ketika rakyat Blambangan berjuang melawan kolonial Belanda. Setelah perang usai, masyarakat Banyuwangi merayakan kemenangan dan semangat juang melalui sebuah tarian. Dari perayaan itulah lahir Gandrung sebagai simbol kegembiraan rakyat.

Kata “gandrung” sendiri berarti “tergila-gila” atau “terpesona”. Hal ini melambangkan rasa cinta dan kekaguman masyarakat terhadap perjuangan para pahlawan Blambangan yang gugur di medan perang.

Pada awal kemunculannya, Tari Gandrung ditarikan oleh laki-laki yang berdandan seperti perempuan. Hal ini terjadi karena dulu belum lazim perempuan tampil di ruang publik. Seiring perkembangan zaman, peran penari laki-laki kemudian digantikan oleh penari perempuan, yang dikenal sebagai Gandrung Seblang atau Gandrung Putri.

Tari Gandrung menjadi hiburan rakyat dalam berbagai acara, seperti pesta panen, perayaan desa, hingga pernikahan. Dalam setiap penampilan, penari Gandrung akan mengundang penonton untuk ikut menari bersama, menciptakan suasana akrab dan meriah.

Filosofi dan Makna Tari Gandrung

Gandrung memiliki makna filosofi yang kuat. Tarian ini mencerminkan semangat kegembiraan, rasa syukur, sekaligus penghormatan terhadap leluhur dan perjuangan rakyat Banyuwangi. Gerakannya lembut namun dinamis, menggambarkan keanggunan dan semangat juang yang menyala.

Busana penari Gandrung juga memiliki ciri khas tersendiri. Penari mengenakan mahkota omprok dengan hiasan burung garuda, simbol keperkasaan dan kebanggaan daerah. Warna kostum yang mencolok menggambarkan keceriaan dan semangat hidup masyarakat.

Seiring berjalannya waktu, Tari Gandrung tak lagi hanya tampil dalam acara tradisional. Tarian ini kini menjadi ikon pariwisata Banyuwangi dan sering dipentaskan dalam berbagai festival budaya, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satu bentuk pelestarian yang terkenal adalah Gandrung Sewu, yang menampilkan ribuan penari Gandrung di tepi Pantai Boom.

Pemerintah daerah bersama masyarakat terus berupaya melestarikan Tari Gandrung sebagai bagian dari identitas Banyuwangi. Selain menjadi kebanggaan lokal, Gandrung juga telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

Tari Gandrung bukan hanya sekadar seni tari, tetapi juga cerminan sejarah, semangat juang, dan identitas masyarakat Banyuwangi. Dari perayaan kemenangan masa lalu, Gandrung kini menjelma menjadi simbol kebanggaan daerah dan warisan budaya yang terus hidup lintas generasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dari Berbagai Sumber

BERITA TERBARU

Sejarah dan Asal Usul Tari Gandrung, Warisan Budaya Ikonik Banyuwangi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!