Selasa, 23 JUNI 2026 • 10:41 WIB

Demang Fair 2025 Tampilkan Potensi UMKM dan Budaya Lokal Kademangan, Warga Antusias Saksikan Pawai Kreatif

Author

JATIM – Potensi budaya, ekonomi kreatif, dan kearifan lokal Kelurahan Kademangan tampil memukau dalam gelaran Demang Fair 2025 yang berlangsung meriah pada Minggu (21/6). Kegiatan yang menjadi bagian dari kalender event Kota Probolinggo ini sukses menarik perhatian masyarakat yang memadati sepanjang Jalan Brantas untuk menyaksikan pawai budaya dan kreativitas warga dari tujuh RW.

Salah satu daya tarik dalam pawai tersebut adalah hadirnya sapi kerapan dan kambing yang ikut memeriahkan barisan peserta. Kehadiran hewan ternak ini menjadi simbol kuat budaya lokal yang masih terjaga di tengah perkembangan zaman.

Wali Kota Probolinggo Tinjau Stan UMKM
Sebelum menyaksikan pawai budaya, Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin bersama Ketua TP PKK Kota Probolinggo Dokter Evariani dan Sekretaris Daerah Budiono Wirawan beserta istri meninjau stan UMKM yang berlokasi di area Demang Fair, Jalan Arjuna.

Kegiatan tersebut mendapat respons positif karena sebagian besar produk UMKM yang dipamerkan telah habis terjual. Beragam produk makanan, minuman, hingga sayuran segar laris diborong pengunjung.

Kelompok Disabilitas Tampil Membuka Pawai
Kontingen pertama yang tampil dalam Demang Fair 2025 adalah Kelompok Disabilitas Kelurahan (KDK) Kademangan. Kelompok ini menjadi simbol kolaborasi antara penyandang disabilitas, keluarga, kader, dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang inklusif dan ramah bagi semua kalangan.

Melalui partisipasi tersebut, KDK menunjukkan semangat membangun masyarakat yang setara, mandiri, dan bebas dari diskriminasi.

Ragam Tema Budaya dan Kearifan Lokal
Peserta dari RW 6 mengangkat tema budaya tradisional dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Penampilan tersebut mengajak masyarakat untuk menjaga, melestarikan, dan mengembangkan budaya sebagai sarana mempererat persatuan.

Sementara itu, RW 3 menampilkan tema pertanian berbasis kearifan lokal. Para penari menggambarkan aktivitas petani seperti mencangkul, membajak sawah, hingga menggembala ternak. Pertunjukan ini menjadi bentuk rasa syukur atas hasil bumi yang melimpah di wilayah Kademangan.

Tema serupa juga diusung RW 7 melalui pertunjukan bertajuk “Dari Sawah untuk Indonesia”. Pesan yang disampaikan adalah pentingnya menghargai peran petani sebagai pilar utama ketahanan pangan nasional.

Perpaduan Budaya Tradisional dan Kreativitas Modern
RW 1 menghadirkan konsep budaya tradisional yang dikemas secara modern dan inovatif. Berbagai elemen seperti busana berbahan daun, ogoh-ogoh, serta tarian tradisional dipadukan dalam satu pertunjukan yang menggambarkan harmonisasi budaya dan kreativitas masa kini.

Melalui penampilan tersebut, warga menunjukkan bahwa inovasi dapat berjalan berdampingan dengan pelestarian budaya sebagai identitas bangsa.

Batik Demang Jadi Sorotan UMKM Kreatif
Berbeda dari peserta lainnya, RW 2 fokus menampilkan potensi ekonomi kreatif melalui produk unggulan Batik Demang. Karya para perajin lokal ini menjadi simbol perpaduan antara tradisi dan inovasi yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Menariknya, Ketua TP PKK Kota Probolinggo Dokter Evariani turut membeli salah satu koleksi batik berwarna biru yang dipamerkan dalam kegiatan tersebut.

Produk Tempe dan Kerupuk Khas Kademangan Menarik Perhatian
Potensi UMKM juga ditampilkan oleh RW 4 melalui produk tempe dan kerupuk yang telah dikenal luas oleh masyarakat Kota Probolinggo. Tidak hanya dipamerkan, para pelaku usaha juga membagikan produk mereka kepada tamu undangan dan masyarakat yang menyaksikan pawai.

Langkah ini menjadi bentuk promosi sekaligus upaya memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat yang lebih luas.

Tradisi Kerapan Sapi Jadi Penutup Pawai
Kontingen terakhir berasal dari RW 5 dengan tema budaya lokal bertajuk “Sepeni Kompak, Menyala Bersama”. Penampilan ini mengangkat tradisi kerapan sapi yang masih dilestarikan warga setempat.

Melalui pertunjukan tersebut, masyarakat diajak mengenal cara merawat sapi unggulan yang dilakukan dengan penuh perhatian sebagai bagian dari warisan budaya daerah.

Demang Fair Masuk Kalender Event Kota Probolinggo
Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin mengapresiasi semangat warga dalam menyukseskan Demang Fair. Menurutnya, kegiatan ini menjadi salah satu event penting yang masuk dalam kalender kegiatan Kota Probolinggo.

"Semangat masyarakat untuk mengembangkan potensi Kademangan sangat luar biasa. Kegiatan ini sejalan dengan program Kademangan Berhias sebagai bagian dari visi Probolinggo Bersolek," ujarnya.

Ia berharap Demang Fair dapat terus diselenggarakan setiap tahun sebagai sarana promosi budaya lokal, penguatan ekonomi kreatif, dan pembangunan daerah.

Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis Potensi Lokal
Sementara itu, Lurah Kademangan Mohammad Hariri menjelaskan bahwa Demang Fair 2025 mengusung tema “Kebersolekan Kreativitas Dalam Harmoni Potensi Kademangan Tangguh” yang selaras dengan visi pembangunan Kota Probolinggo.

Menurutnya, kegiatan ini bertujuan mendorong partisipasi masyarakat dalam menggali potensi wilayah sekaligus mengembangkan ekonomi kreatif berbasis komunitas.

"Kami ingin menggerakkan swadaya masyarakat untuk menemukan dan mengembangkan potensi lokal yang dimiliki Kelurahan Kademangan, sekaligus memperkuat ekonomi kreatif yang bermanfaat bagi warga," jelas Hariri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dari Berbagai Sumber

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU