Senin, 15 JUNI 2026 • 14:19 WIB

Wabup Probolinggo Resmikan Rest Area Bromo Safety Initiative, Tingkatkan Keselamatan Wisatawan Menuju Gunung Bromo

Author

JATIM – Pemerintah Kabupaten Probolinggo terus memperkuat sektor pariwisata dengan meningkatkan aspek keselamatan wisatawan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah peresmian Rest Area Bromo Safety Initiative di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Sabtu (13/6/2026).

Peresmian fasilitas tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Probolinggo, Fahmi AHZ, yang ditandai dengan prosesi pemotongan pita bersama sejumlah tamu undangan dan pemangku kepentingan.

Acara tersebut turut dihadiri perwakilan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS), Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Probolinggo, Forkopimka Sukapura, Pemerintah Desa Ngadisari, tokoh masyarakat, serta komunitas penggagas Bromo Safety Initiative.

Rest Area Bromo untuk Keselamatan Wisatawan
Keberadaan Rest Area Bromo Safety Initiative diharapkan menjadi tempat istirahat yang aman dan nyaman bagi wisatawan yang melintasi jalur menuju kawasan wisata Gunung Bromo, khususnya pengguna sepeda motor matic yang sering menghadapi medan tanjakan dan turunan ekstrem.

Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ menegaskan bahwa rest area tersebut bukan sekadar tempat singgah, tetapi merupakan bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan keselamatan pengunjung yang datang ke Bromo.

“Fasilitas ini hadir sebagai bentuk ikhtiar bersama dalam menjaga keselamatan wisatawan. Bromo merupakan ikon pariwisata Kabupaten Probolinggo yang dikenal hingga mancanegara. Karena itu, selain menjaga keindahan alamnya, kita juga harus memastikan wisatawan merasa aman dan nyaman selama berkunjung,” ujarnya.

Gunung Bromo Jadi Prioritas Pengembangan Pariwisata
Menurut Fahmi, keselamatan wisatawan harus menjadi perhatian utama karena kawasan Gunung Bromo merupakan destinasi unggulan yang menjadi salah satu penggerak utama sektor pariwisata daerah.

Oleh sebab itu, berbagai fasilitas pendukung yang dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengunjung perlu terus dikembangkan melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, dan berbagai pihak lainnya.

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan Rest Area Bromo Safety Initiative.

“Kolaborasi seperti ini sangat penting. Selain meningkatkan keselamatan wisatawan, ke depan fasilitas ini juga berpotensi mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui kegiatan UMKM dan usaha produktif lainnya,” katanya.

Rest Area Berpotensi Dorong Ekonomi Lokal
Selain berfungsi sebagai tempat beristirahat, rest area ini diharapkan mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

Ke depan, kawasan tersebut dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memasarkan produk lokal kepada wisatawan yang berkunjung ke Bromo.

Fahmi menegaskan Pemerintah Kabupaten Probolinggo siap mendukung berbagai upaya pengembangan kawasan Bromo sebagai salah satu wilayah prioritas pembangunan daerah.

“Kami berharap fasilitas ini dapat meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung dan tinggal lebih lama di kawasan Bromo sehingga manfaat ekonominya semakin dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Camat Sukapura Apresiasi Inisiatif Keselamatan Wisatawan
Camat Sukapura, Nur Rachmad Sholeh, menyambut baik hadirnya Rest Area Bromo Safety Initiative yang dinilai sebagai langkah nyata dalam mendukung keselamatan perjalanan wisata menuju Gunung Bromo.

Menurutnya, gagasan pembangunan rest area berawal dari keinginan menyediakan tempat singgah bagi para pengendara. Seiring waktu, ide tersebut berkembang berkat dukungan berbagai pihak, termasuk komunitas, lembaga sosial, dan para relawan yang peduli terhadap keselamatan wisatawan.

“Ini merupakan langkah positif yang memberikan manfaat besar bagi wisatawan maupun masyarakat sekitar. Kami berharap semakin banyak kebaikan yang lahir dari keberadaan rest area ini,” ujarnya.

Nur Rachmad menambahkan bahwa jalur menuju Bromo memiliki karakteristik medan yang cukup menantang dengan banyak tanjakan dan turunan curam. Karena itu, wisatawan disarankan beristirahat terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan.

Berawal dari Kepedulian terhadap Kecelakaan di Jalur Bromo
Sementara itu, Inisiator Bromo Safety Initiative, Ida Nyoman Siswoyo, menjelaskan bahwa pembangunan rest area berangkat dari kepeduliannya terhadap masih terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalur wisata Bromo.

Menurutnya, tingginya jumlah kunjungan wisatawan harus diimbangi dengan peningkatan kesadaran mengenai keselamatan berkendara, terutama bagi pengguna sepeda motor matic yang melintasi jalur pegunungan.

“Kami ingin mengingatkan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama saat melakukan perjalanan wisata ke Bromo. Dengan adanya rest area ini, kami berharap wisatawan dapat beristirahat dan mempersiapkan perjalanan dengan lebih baik,” jelasnya.

Akan Dilengkapi Klinik, Toilet, dan Sentra UMKM
Pengelola Rest Area Bromo Safety Initiative berencana terus mengembangkan fasilitas yang tersedia agar manfaatnya semakin besar bagi masyarakat dan wisatawan.

Beberapa fasilitas yang akan ditambahkan antara lain klinik kesehatan, toilet umum, area istirahat yang lebih nyaman, serta ruang khusus bagi pelaku UMKM lokal untuk memasarkan produk mereka.

Dengan pengembangan tersebut, Rest Area Bromo Safety Initiative diharapkan tidak hanya menjadi pusat keselamatan wisatawan, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata Gunung Bromo.

Keberadaan fasilitas ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mewujudkan kawasan wisata Bromo yang aman, nyaman, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dari Berbagai Sumber

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU