Rabu, 17 DESEMBER 2025 • 17:26 WIB

BUMDes Berkah Alam Umbul Manfaatkan Limbah Kandang Ayam Petelur Jadi Pupuk Tebu Bernilai Ekonomis

Author

JATIM — Inovasi berbasis lingkungan terus dikembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berkah Alam Desa Umbul, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang. Melalui pengelolaan yang tepat, limbah kandang ayam petelur yang sebelumnya berpotensi mencemari lingkungan kini berhasil diolah menjadi pupuk organik bernilai ekonomis yang dimanfaatkan untuk kebun tebu dan tanaman pertanian lainnya.

Limbah berupa kotoran ayam petelur yang dihasilkan dari unit peternakan tidak lagi dibiarkan menumpuk atau menimbulkan bau. Oleh BUMDes Berkah Alam, limbah tersebut dikumpulkan dan diolah melalui proses fermentasi hingga menjadi pupuk kandang siap pakai. Pengelolaan ini tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan, tetapi juga membantu meningkatkan kesuburan tanah pertanian milik warga.

Pengelola BUMDes Berkah Alam, Ust. H. Mashurdi, menjelaskan bahwa pengolahan limbah kandang ayam menjadi pupuk organik merupakan bagian dari strategi desa dalam menciptakan usaha berkelanjutan sekaligus ramah lingkungan.

“Daripada limbah kotoran ayam terbuang dan menimbulkan bau, kami memilih mengolahnya menjadi pupuk kandang yang bermanfaat. Selain ramah lingkungan, hasilnya juga bisa menekan biaya penggunaan pupuk kimia dan memberikan tambahan pendapatan bagi BUMDes,” ujar Ust. H. Mashurdi.

Ia menambahkan, pupuk kandang hasil olahan tersebut tidak hanya digunakan untuk mendukung sektor pertanian desa, khususnya kebun tebu, tetapi juga dipasarkan kepada petani tebu dan petani hortikultura di wilayah sekitar Desa Umbul. Permintaan pupuk kandang terus meningkat seiring kesadaran petani akan pentingnya penggunaan pupuk organik.

Para petani tebu menyambut baik inovasi tersebut. Mereka menilai penggunaan pupuk kandang dari limbah ayam petelur mampu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan daya serap air, serta mendorong produktivitas tanaman secara lebih alami.

“Sejak menggunakan pupuk kandang ini, tanah menjadi lebih gembur dan tanaman tebu terlihat lebih subur. Selain itu, harganya juga lebih terjangkau dibandingkan pupuk kimia,” ungkap salah satu petani tebu setempat.

Inovasi yang dikembangkan BUMDes Berkah Alam ini sejalan dengan konsep pembangunan desa berkelanjutan, di mana pengelolaan limbah tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah ekonomi bagi desa. Limbah yang sebelumnya dianggap masalah kini berubah menjadi peluang usaha yang menjanjikan.

Ke depan, BUMDes Berkah Alam Desa Umbul berencana meningkatkan kapasitas produksi pupuk kandang serta memperluas jaringan pemasaran agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, sekaligus memperkuat peran BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi desa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dari Berbagai Sumber

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU