Rabu, 01 OKTOBER 2025 • 15:40 WIB

Gempa Bumi 6,5 SR Sebabkan Lima Bangunan Rusak di Jember

Author

Kondisi Bangunan Warga dan Fasum Terdampak Gempa.

JATIMGempa bumi berkekuatan 6,5 Skala Richter terjadi pada Selasa malam, 30 September 2025 sekitar pukul 23.49 WIB. Dari musibah gempa bumi itu, menimbulkan dampak kerusakan di sejumlah wilayah Kabupaten Jember.

Guncangan gempa itu diketahui berpusat di laut Bali, tepatnya 50 km tenggara Sumenep, di 7.25 Lintang Selatan, 114.47 Bujur Timur, dan di kedalaman 11 Km. 

Dari musibah gempa yang juga dirasakan warga Jember itu. Diketahui berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Jember hingga Rabu (1/10/2025) siang. Tercatat sedikitnya lima bangunan dilaporkan mengalami kerusakan.

"Kerusakan itu antara lain dinding kamar rumah warga di Dusun Sumbercandik, Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk; atap sekolah ambruk di Desa Karangpring, Kecamatan Sukorambi; bagian ruang tengah Ponpes Al-Kawtsar Internit di Desa Kemuningsari Lor, Kecamatan Panti; dapur rumah warga di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan; serta dinding tembok belakang rumah warga di Desa Karangpring, Kecamatan Sukorambi," sebut Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember, Zughrinada Wahyudi Hidayat saat dikonfirmasi di kantornya.

Ia mengatakan bahwa tim segera melakukan pemantauan dan verifikasi di lapangan. “Sejauh ini ada lima titik kerusakan bangunan akibat gempa. Kami terus berkoordinasi dengan perangkat desa dan kecamatan untuk memastikan tidak ada korban jiwa serta menindaklanjuti laporan tambahan dari warga,” ujarnya.

Berikut data yang dicatat secara rinci oleh BPBD Jember.

1. Dinding Kamar Roboh, Lokasi Dusun Sumbercandik, Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk, Jember.

2. Sekolah SD/MI, atap sekolah ambruk, lokasi Desa Karangpring, Kecamatan Sukorambi, Jember.

3. Ponpes Al-Kawtsar Internit bagian ruang tengah, lokasi Dusun Sumbersari, Desa Kemuningsari Lor, Kecamatan Panti, Jember.

4. Dapur rumah ambruk, milik Tumijah (77) Dusun Kepel, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Jember.

5. Dinding tembok belakang rumah, milik Samsuri (48) Dusun Durjo, Desa Karangpring, Kecamatan Sukorambi, Jember.

Lebih lanjut dari pemantauan dan pengumpula informasi yang dilakukan wartawan. Dampak gempa yang ikut dirasakan di wilayah Jember ini. 

Untuk kerusakan fasilitas pendidikan di Kecamatan Sukorambi. Diketahui atap ruang kelas 1 MI Terpadu Ar Rohman dan teras ruang kelas RA Ar Rojaul Hayat di Dusun Curahdami ambrol. 

Kepala MI Terpadu Ar Rohman, Nur Fadli, mengungkapkan kerusakan baru diketahui ketika guru memasuki sekolah pada pagi hari. 

"Pagi itu juga guru langsung lapor ke saya menyampaikan teras RA dan ruang kelas 1 ikut ambrol. Akibatnya, dua ruang di dekatnya dikosongkan,” kata Fadli.

Untuk sementara, siswa kelas 1 MI dipindahkan ke musala sekolah karena dinding ruang kelas mengalami kerusakan. Sementara itu, siswa RA Ar Rojaul Hayat dipulangkan lebih awal demi keamanan. 

“Hal ini kami lakukan untuk mengantisipasi agar kerusakan tidak meluas dan tidak membahayakan siswa maupun guru,” tambah Fadli.

Terpisah Camat Sukorambi, Musyaffa, diketahui juga langsung meninjau lokasi terdampak gempa. 

Ia menyebutkan, kerusakan berupa teras dan dinding ambrol akibat gempa. Lebih lanjut, ia juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Agama Jember terkait kondisi sekolah tersebut.

“Yang penting sekarang puing-puing reruntuhan dibersihkan dulu. Khawatir ada siswa yang bermain di sekitar lokasi teras yang ambruk,” ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, BPBD Jember masih terus memantau perkembangan dan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak. Meski kerusakan terjadi di beberapa titik, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa gempa tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU