JATIM – Dugaan penyalahgunaan dana sosialisasi peraturan daerah (sosperda) tengah ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember. Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD Jember dari Fraksi PKB, Hafidi, menegaskan dirinya tidak pernah menggunakan dana sosperda sejak awal menjabat.
Menurut Hafidi, pelaksanaan kegiatan sosperda justru berpotensi merugikan dirinya secara pribadi. Ia menilai, kewajiban mengundang seratus orang dalam kegiatan sosialisasi bisa memicu fitnah dari pihak lain.
“Kalau saya undang 100 orang, ada potensi fitnah dari pendukung saya. Mereka bisa menganggap saya tidak adil, lalu meninggalkan saya. Itu jelas merugikan saya,” ujar Hafidi, Rabu (27/8/2025).
Selain itu, Hafidi menilai sosialisasi perda tetap bisa dilaksanakan tanpa harus memakai dana dari APBD. Ia mengaku rutin bertemu ribuan wali santri maupun wali murid setiap tahun, sehingga memiliki ruang yang lebih luas untuk menyampaikan program inisiatif DPRD, termasuk terkait perda.
“Tanpa dana sosperda pun saya bisa menyampaikan hal-hal terkait perda. Pertemuan dengan ribuan wali santri jauh lebih efektif dibanding sosialisasi yang hanya dihadiri 100 orang,” tutur politisi yang juga pengasuh Pondok Pesantren IBU di Kecamatan Pakusari, Jember ini.
Alasan lain dirinya tidak menggunakan dana sosperda adalah demi efisiensi anggaran. “Sejak periode ini saya tetap tidak memakai dana itu, karena selain berpotensi fitnah, juga demi efisiensi keuangan daerah,” tegasnya.
Terkait aturan kewajiban penggunaan dana sosperda, Hafidi mengaku tidak mengetahui secara pasti. Namun, ia menegaskan bahwa hingga kini tidak ada sanksi yang ia terima meskipun tidak memanfaatkan dana tersebut.
“Kalau wajib atau tidaknya saya kurang paham. Faktanya, saya tidak menggunakan dana itu dan tidak ada masalah apa-apa,” jelasnya.
Saat ditanya mengenai kasus dugaan penyalahgunaan dana sosperda yang kini ditangani Kejari Jember, Hafidi memilih tidak banyak berkomentar. Ia menegaskan dirinya berada di luar persoalan tersebut.
“Saya tidak masuk dalam program sosperda ini, jadi saya di luar kerangka itu. Saya hanya bisa berdoa semoga semuanya berjalan baik, normal, dan masyarakat bisa memahami dengan jelas,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dari Berbagai Sumber