JATIM - Protein adalah salah satu zat gizi makro yang sangat dibutuhkan tubuh untuk membangun otot, memperbaiki jaringan, serta mendukung sistem kekebalan dan fungsi enzim. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami berapa banyak protein yang sebenarnya dibutuhkan tubuh setiap harinya.
Ahli gizi dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), dr. Indah Pratiwi, menjelaskan bahwa kebutuhan protein setiap orang berbeda-beda, tergantung pada berat badan, usia, jenis kelamin, dan tingkat aktivitas fisik. “Protein tidak hanya penting untuk atlet, tapi juga untuk orang biasa agar fungsi tubuh tetap optimal,” jelasnya.
Hitung dengan Rumus Sederhana
Kebutuhan protein harian dapat dihitung menggunakan rumus dasar:
Berat badan (dalam kg) × 0,8 hingga 2,0 gram protein.
Untuk orang dengan aktivitas ringan: 0,8 gram/kg
Aktivitas sedang hingga aktif: 1,2–1,5 gram/kg
Atlet atau sedang pemulihan: 1,5–2,0 gram/kg
Contoh:
Jika seseorang memiliki berat badan 65 kg dan aktivitas sehari-harinya tergolong sedang, maka kebutuhan proteinnya adalah:
65 kg × 1,2 gram = 78 gram protein per hari
“Semakin aktif seseorang, maka semakin besar kebutuhan proteinnya,” kata dr. Indah.
Kebutuhan Protein Berdasarkan Usia
Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) dari Kementerian Kesehatan RI, berikut estimasi kebutuhan protein harian:
Anak-anak: 20–35 gram
Remaja: 45–60 gram
Dewasa pria: 60–70 gram
Dewasa wanita: 50–60 gram
Ibu hamil dan menyusui: tambahan 20–25 gram
Sumber Protein yang Mudah Didapat
Protein bisa didapat dari sumber hewani maupun nabati.
Hewani: telur, daging ayam, ikan, susu, keju
Nabati: tempe, tahu, kacang-kacangan, edamame
Sebagai gambaran, 1 butir telur mengandung sekitar 6 gram protein, 100 gram dada ayam mengandung 30 gram protein, dan 1 porsi tempe mengandung 8–10 gram protein.
Bahaya Kurang atau Kelebihan Protein
Kurang protein dapat menyebabkan kelelahan, massa otot menurun, rambut rontok, serta gangguan pertumbuhan pada anak. Sebaliknya, konsumsi protein berlebihan secara terus-menerus tanpa pengaturan yang tepat dapat membebani fungsi ginjal.
“Yang paling penting adalah keseimbangan. Penuhi kebutuhan protein sesuai takaran harian, jangan kurang tapi juga jangan berlebihan,” tegas dr. Indah.
Menghitung kebutuhan protein harian sangat penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang. Dengan memahami kebutuhan tubuh, masyarakat bisa mulai membiasakan pola makan yang lebih seimbang dan bergizi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dari Berbagai Sumber