Jumat, 11 JULI 2025 • 18:05 WIB

Tina Talisa Resmi Jadi Komisaris Pertamina Patra Niaga, Gaji Diperkirakan Capai Rp 21 Miliar per Tahun

Author

JATIM - Mantan presenter televisi dan eks Staf Khusus Wakil Presiden RI, Tina Talisa, resmi ditunjuk sebagai Komisaris PT Pertamina Patra Niaga, anak usaha dari PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang niaga dan distribusi energi. Penunjukan tersebut diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada 4 Juli 2025.

Pengangkatan Tina Talisa sebagai komisaris diumumkan bersamaan dengan pembaruan susunan dewan komisaris dan direksi perusahaan. Ia bergabung bersama tokoh-tokoh lainnya seperti Sudung Situmorang (Komisaris Utama), Ahmad Erani Yustika, dan Ferry Juliantono.

Gaji dan Tunjangan Fantastis

Berdasarkan laporan keuangan terakhir, total remunerasi untuk jajaran direksi dan komisaris Pertamina Patra Niaga mencapai USD 19,1 juta atau sekitar Rp 312 miliar per tahun. Jika dibagi rata ke seluruh anggota manajemen kunci (diperkirakan sebanyak 14 orang), maka masing-masing individu bisa memperoleh sekitar Rp 21–22 miliar per tahun, termasuk gaji, tunjangan, dan bonus kinerja.

Nilai pasti kompensasi Tina Talisa belum diumumkan secara resmi, namun dipastikan mengikuti ketentuan dalam Peraturan Menteri BUMN No. PER-13/MBU/09/2021 tentang pedoman penghasilan anggota dewan komisaris BUMN dan anak perusahaannya.

Latar Belakang dan Karier Tina Talisa

Tina Talisa lahir di Bandung pada 24 Desember 1979. Ia dikenal luas sebagai mantan pembawa acara berita di berbagai stasiun televisi nasional, seperti tvOne, TransTV, dan Indosiar. Selain itu, Tina juga memiliki latar pendidikan sebagai dokter gigi dan melanjutkan studi S2 di bidang ilmu komunikasi di Universitas Padjadjaran.

Sebelum ditunjuk menjadi komisaris BUMN, Tina pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Investasi/Kepala BKPM, serta Staf Khusus Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada awal 2025.

Harapan dan Tugas Strategis

Penunjukan Tina Talisa sebagai komisaris dinilai sebagai bagian dari strategi penyegaran dan penguatan tata kelola perusahaan. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, menyatakan bahwa susunan komisaris baru diharapkan mampu mendukung pengembangan bisnis perusahaan, terutama dalam menghadapi tantangan transisi energi nasional.

“Kami menyambut baik penambahan sosok publik yang berpengalaman dalam komunikasi publik dan pemerintahan. Peran strategis komisaris akan sangat penting dalam pengawasan dan arahan kebijakan jangka panjang,” ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dari Berbagai Sumber

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU