Di tengah dinamika harga energi dan kemajuan teknologi transaksi digital, pembaruan tarif listrik per kWh serta mekanisme pembelian token melalui marketplace menjadi topik hangat. Pada artikel ini, kita akan membahas detail tarif listrik mulai 1 Juli 2025, beserta perbandingan harga token di beberapa platform e-commerce populer seperti Shopee, Tokopedia, Blibli, dan Bukalapak.
Tarif Listrik per kWh Juli 2025
Pemerintah bersama PLN menetapkan bahwa tarif dasar listrik tidak mengalami kenaikan untuk periode Juli hingga September 2025. Adapun rincian tarif berdasarkan golongan pelanggan adalah sebagai berikut:
1. Untuk Pelanggan Rumah Tangga
Subsidi:
450 VA: Rp 415 per kWh
900 VA: Rp 605 per kWh
Non-subsidi:
900 VA: Rp 1.352 per kWh
1.300 – 2.200 VA: Rp 1.444,70 per kWh
≥ 3.500 VA: Rp 1.699,53 per kWh
2. Untuk Pelanggan Bisnis, Industri, dan Lembaga Lainnya
Beberapa contoh tarif untuk golongan non-rumah tangga di antaranya:
R‑2/TR (3.500 – 5.500 VA): Rp 1.699,53 per kWh
R‑3/TR (≥ 6.600 VA) dan P‑1/TR (6.600 – 200 kVA): Rp 1.699,53 per kWh
Golongan B‑2/TR (6.600 – 200 kVA): Rp 1.444,70 per kWh
Golongan B‑3/TM dan I‑3/TM (lebih dari 200 kVA): Rp 1.114,74 per kWh
Untuk pelanggan I‑4/TT (≥ 30.000 kVA): Rp 996,74 per kWh
P‑2/TM (> 200 kVA): Rp 1.522,88 per kWh
P‑3/TR (jalan umum): Rp 1.699,53 per kWh
Golongan L/TR, TM, TT: Rp 1.644,52 per kWh
Kebijakan tarif yang stabil ini diharapkan dapat memberikan kepastian bagi masyarakat dan sektor industri, sehingga tidak mengganggu stabilitas ekonomi sekaligus mendukung pemakaian energi secara efisien.
Harga Token Listrik di Marketplace
Meskipun tarif dasar listrik tidak mengalami kenaikan, pembelian token listrik melalui marketplace kerap kali dikenai biaya tambahan berupa biaya admin dan layanan. Berikut adalah gambaran harga token di beberapa platform e-commerce berdasarkan pemantauan pada 1 Juli 2025:
1. Shopee
Token Rp 20.000: Harga dasar Rp 20.000 + biaya admin Rp 1.000 + layanan Rp 1.000
Token Rp 50.000: Harga dasar Rp 50.000 + biaya admin Rp 1.600 + layanan Rp 1.000
Untuk nominal Rp 100.000, Rp 200.000, Rp 500.000, dan Rp 1 juta, biasanya ada tambahan biaya admin sekitar Rp 3.000 dan layanan Rp 1.000.
2. Tokopedia
Token Rp 20.000: Rp 20.000 + biaya admin Rp 1.100
Token Rp 50.000: Rp 50.000 + biaya admin Rp 1.600
Token Rp 100.000: Rp 100.000 + biaya admin Rp 2.800
Token Rp 200.000: Rp 200.000 + biaya admin Rp 3.100
Token Rp 500.000: Rp 500.000 + biaya admin Rp 3.100
Token Rp 1 juta: Rp 1.000.000 + biaya admin Rp 3.800
3. Blibli
Token Rp 20.000: Rp 20.000 + biaya admin Rp 1.000
Token Rp 50.000: Rp 50.000 + biaya admin Rp 1.500
Untuk nominal Rp 100.000 hingga Rp 500.000, biasanya dikenakan biaya admin sekitar Rp 3.000
Token Rp 1 juta: Rp 1.000.000 + biaya admin Rp 3.500
4. Bukalapak
Token Rp 20.000: Rp 20.000 + biaya admin Rp 1.248
Token Rp 50.000: Rp 50.000 + biaya admin Rp 1.961
Token Rp 100.000: Rp 100.000 + biaya admin Rp 3.822
Token Rp 200.000: Rp 200.000 + biaya admin Rp 4.522
Token Rp 500.000: Rp 500.000 + biaya admin Rp 6.622
Sebagai contoh, jika kamu membeli token Rp 50.000 melalui Tokopedia, total pembayaran yang harus dilakukan adalah sebesar Rp 51.600.
Tips Memilih Platform Pembelian Token
Dalam menghadapi perbedaan biaya admin di berbagai marketplace, ada beberapa tips yang bisa kamu perhatikan:
Cek Aplikasi Resmi PLN Mobile:
Pembelian melalui aplikasi resmi PLN Mobile sering kali bebas dari biaya admin dan layanan, sehingga harga token yang dibeli sesuai dengan tarif dasar yang ditetapkan.
Bandingkan Harga di Marketplace:
Karena setiap platform memiliki struktur biaya masing-masing, bandingkan harga di beberapa marketplace untuk menemukan penawaran yang paling hemat.
Perhatikan Promo dan Voucher:
Marketplace seperti Tokopedia, Shopee, dan Blibli kerap kali menyediakan promo atau voucher potongan harga yang bisa mengurangi biaya administrasi.
Perhatikan PPJ (Pajak Penerangan Jalan):
Di beberapa daerah, biaya tambahan berupa PPJ dapat memengaruhi jumlah kWh yang kamu dapatkan. Pastikan kamu telah menghitung total biaya secara akurat.
Pada Juli 2025, tarif dasar listrik per kWh untuk pelanggan rumah tangga dan non-rumah tangga tetap stabil, dengan kisaran harga yang bervariasi sesuai dengan daya dan golongan. Sementara itu, pembelian token listrik melalui marketplace mengenakan biaya admin serta layanan tambahan yang bervariasi antar platform.
Bagi konsumen, menggunakan aplikasi PLN Mobile bisa menjadi opsi terbaik untuk menghindari biaya tambahan, namun bagi mereka yang lebih nyaman bertransaksi di marketplace, membandingkan biaya administrasi dan memanfaatkan promo dapat membantu mengurangi pengeluaran.
Dengan informasi ini, diharapkan masyarakat dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dan hemat dalam pembelian token listrik serta pemakaian energi rumah tangga dan bisnis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Diolah Dari Berbagai Macam Sumber