
JATIM - Keindahan alam saja tidak cukup untuk menjadikan sebuah destinasi wisata mampu bersaing dan berkembang secara berkelanjutan. Kebersihan lingkungan, kelestarian ekosistem, serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga kawasan wisata menjadi faktor penting yang menentukan daya tarik dan keberlangsungan sebuah destinasi.
Prinsip tersebut menjadi salah satu fokus Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam mengembangkan kawasan wisata pesisir, termasuk Pantai Dampar yang kini mulai dikenal sebagai salah satu lokasi selancar potensial di pesisir selatan Jawa dan semakin diminati wisatawan, termasuk peselancar mancanegara.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui aksi bersih Pantai Dampar yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Ruwat Rawat Lingkungan (RRL) dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 yang diinisiasi BEM ITB Widyagama bersama berbagai organisasi, komunitas, dan elemen masyarakat, Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan tersebut difokuskan pada pembersihan kawasan pesisir serta penanaman pohon sebagai bentuk nyata menjaga kualitas lingkungan sekaligus memperkuat daya dukung kawasan wisata.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang, Hertutik, mengatakan bahwa pembangunan pariwisata yang berkelanjutan harus berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan. Menurutnya, lingkungan yang bersih dan terawat merupakan modal utama dalam menciptakan destinasi wisata yang nyaman, sehat, dan berdaya saing.
“Potensi wisata yang dimiliki Pantai Dampar harus didukung dengan kondisi lingkungan yang bersih dan lestari. Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kawasan pesisir agar tetap menjadi kebanggaan Lumajang,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa meningkatnya minat wisatawan terhadap Pantai Dampar menjadi peluang sekaligus tanggung jawab bersama untuk memastikan kawasan tersebut tetap terjaga. Semakin banyak wisatawan yang datang, semakin besar pula kebutuhan untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan agar manfaat pariwisata dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Menurut Hertutik, menjaga kawasan wisata bukan hanya tentang mempercantik destinasi, tetapi juga menjaga fungsi ekologis pesisir yang memiliki peran penting dalam mendukung kehidupan masyarakat dan keberlanjutan sumber daya alam.
“Lingkungan yang terawat tidak hanya memberikan kenyamanan bagi wisatawan, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem yang menjadi fondasi keberlanjutan kawasan wisata itu sendiri,” katanya.
Ia menambahkan bahwa aksi bersih pantai dan penanaman pohon merupakan bentuk edukasi sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari budaya sehari-hari.
Dalam perspektif pembangunan daerah, pelestarian lingkungan dan pengembangan pariwisata bukanlah dua hal yang terpisah. Keduanya saling mendukung untuk menciptakan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan.
Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang berharap semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, sehingga destinasi wisata seperti Pantai Dampar tidak hanya menarik untuk dikunjungi hari ini, tetapi juga tetap lestari dan memberi manfaat bagi generasi mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dari Berbagai Sumber