Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 28 AGUSTUS 2025 • 10:20 WIB

Arus Selokan Deras hingga Broadcast Warga: Cerita Lurah soal Balita di Jember Terseret Aliran Air Usai Disuapi Ibu Makan Siang

Arus Selokan Deras hingga Broadcast Warga: Cerita Lurah soal Balita di Jember Terseret Aliran Air Usai Disuapi Ibu Makan SiangLokasi Tempat Korban Mengalami Kecelakaan, Kemudian Ditemukan Meninggal Dalam Parit.

JATIM – Peristiwa tragis menimpa seorang balita berusia 2,5 tahun yang hanyut terbawa arus sungai di Perumahan Bumi Tegal Besar, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, Jember, Jawa Timur.

Korban ditemukan meninggal dunia pada Rabu (27/8/2025) sore, setelah sempat dicari selama beberapa jam.

Dari kejadian ini, Lurah Kaliwates, Thomas Heru Indra, membenarkan hal tersebut. Ia menjelaskan, korban awalnya sedang makan siang bersama ibunya di depan rumah. 

“Setelah selesai makan, ibunya masuk ke rumah untuk mengambil air putih. Saat kembali ke depan, anaknya sudah tidak ada. Kejadiannya sekitar pukul 12.30 WIB siang kemarin,” ujar Heru saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Kamis (28/8/2025).

Korban bernama Muhammad AH (2,5 tahun) anak pertama dari pasangan warga Jalan Basuki Rahmat, Lingkungan Tumpeng, Kelurahan Tegal Besar, Kaliwates, Jember, Jawa Timur. 

Korban ditemukan meninggal dengan kondisi mengambang tersangkut batuan pondasi di sekitar Parit (Sungai Irigasi) sekitar Perumahan Bumi Tegal Besar, Jember.

Diduga, balita berjenis kelamin laki-laki itu berjalan ke arah sungai kecil atau saluran irigasi. Kemudian terjatuh hingga hanyut terbawa arus.

Sebab, di sekitar rumah korban. Lokasi hunian korban memang berada di pojok perumahan, berjarak sekitar 40–50 meter dari aliran sungai irigasi.

"Ibunya sempat mencari di sekitar rumah namun tidak menemukan anaknya, lalu melapor ke Ketua RW setempat. Warga kemudian ikut mencari. Namun korban baru ditemukan sekitar pukul 16.30 WIB di kawasan Bumi Tegal Besar,” kata Thomas.

Menurutnya, jasad korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia. Lokasi penemuan berjarak sekitar 1 hingga 2 kilometer dari rumah korban. “Meski saluran awalnya kecil, arus air cukup deras. Anak-anak seusia itu tentu tidak mampu melawan arus,” jelasnya.

Dari kejadian tersebut, Sejumlah anggota Polsek Kaliwates bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Jember melakuan olah TKP di sekitar lokasi kejadian.

Menurut Kapolsek Kaliwates Kompol Sugeng Piyanto, yang disampaikan oleh Panit Reskrim Polsek Kaliwates Ipda Ratno Budi Jatmikho. Korban diduga kuat mengalami kecelakaan saat bermain di sekitar saluran/selokan irigasi yang berada di samping rumah korban.

“Jenazahnya ditemukan sekitar pukul 16.30 WIB di kawasan Perumahan Bumi Tegal Besar oleh warga yang sedang bermain layangan. Awalnya dikira boneka, ternyata anak kecil. Dari lokasi rumah sampai tempat penemuan berjarak sekitar 1 hingga 1,5 kilometer,” jelas pria yang akrab disapa Miko ini.

Kondisi aliran air saat kejadian diduga deras, karena adanya bukaan pintu air dari hulu. Kemudian dari hulu, juga hujan cukup deras.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERBARU

Arus Selokan Deras hingga Broadcast Warga: Cerita Lurah soal Balita di Jember Terseret Aliran Air Usai Disuapi Ibu Makan Siang

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!