JATIM - Ribuan pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam berbagai komunitas menyuarakan tuntutan kepada platform transportasi digital Grab Indonesia agar menurunkan potongan komisi menjadi 10 persen. Para driver menilai skema potongan saat ini yang berkisar 20–25 persen terlalu membebani di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok.
Aksi protes dilakukan secara serentak di beberapa kota besar, termasuk Jakarta, Surabaya, dan Medan. Para driver membawa spanduk bertuliskan “Komisi Adil 10%” dan “Grab Untung, Driver Sengsara”.
Alasan Driver Tuntut Penurunan Komisi
Menurut keterangan salah satu perwakilan driver di Jakarta, potongan komisi yang tinggi membuat pendapatan harian menurun drastis, terutama di tengah turunnya jumlah order pasca pandemi dan naiknya harga BBM.
“Kami tidak menuntut banyak. Kami hanya ingin potongan yang adil. 10 persen itu rasional agar kami tetap bisa menghidupi keluarga,” ujar Rahmat, salah satu pengemudi GrabBike yang sudah bergabung sejak 2018.
Respons Resmi Grab Indonesia
Menanggapi tuntutan tersebut, pihak Grab Indonesia akhirnya buka suara. Dalam pernyataan resminya, Grab menyatakan memahami keluhan para mitra dan berjanji akan mengevaluasi struktur potongan yang berlaku saat ini.
“Kami berterima kasih atas masukan dari para mitra pengemudi. Grab berkomitmen menjaga keberlanjutan ekosistem bersama seluruh mitra. Kami sedang mengkaji ulang model komisi agar tetap seimbang bagi kedua pihak,” tulis Grab dalam rilisnya, Minggu (20/7/2025).
Namun, perusahaan teknologi tersebut belum menyatakan akan menurunkan komisi secara langsung. Mereka menyebut akan melakukan dialog terbuka dan diskusi lanjutan bersama perwakilan mitra dalam waktu dekat.
Pemerintah Diminta Turun Tangan
Menyusul aksi tersebut, sejumlah lembaga advokasi konsumen dan transportasi meminta Kementerian Perhubungan serta Kominfo untuk ikut mengawasi dan memfasilitasi dialog antara perusahaan dan driver.
“Platform seperti Grab harus tetap mengedepankan keadilan bagi mitranya. Pemerintah jangan hanya diam,” kata Fahmi, pengamat transportasi dari Lembaga Studi Mobilitas Rakyat.
Aksi Lanjutan Masih Terbuka
Jika tidak ada tanggapan nyata dalam waktu dekat, para driver mengancam akan melakukan aksi mogok massal nasional yang bisa melumpuhkan layanan GrabBike dan GrabCar di sejumlah kota.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dari Berbagai Sumber