Pelajar SMK Negeri di Jember Diduga Dikeroyok Lima Pemuda Usai Saling Ejek Saat Live TikTok, Lima Orang Diamankan Polisi
JATIM - Seorang pelajar salah satu SMK Negeri di Jember, Jawa Timur, berinisial MEA (17), asal Kecamatan Mayang, Jember, diduga menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan lima pemuda di wilayah barat Jalan dekat kompleks Perumahan Setinggil, RSD dr. Soebandi, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 00.05 WIB.
Peristiwa yang terekam kamera CCTV salah satu rumah warga itu, dan videonya beredar luas di media sosial itu diduga dipicu saling ejek saat siaran langsung (live) di TikTok.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka pada pelipis kanan dan sempat menjalani perawatan di RSD dr. Soebandi sebelum diperbolehkan pulang pada malam harinya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum kejadian korban bersama dua rekannya berboncengan menggunakan sepeda motor. Saat melintas di lokasi, mereka diduga dihentikan oleh sekelompok pemuda.
Diduga, perselisihan bermula ketika salah seorang terduga pelaku sedang melakukan siaran langsung di TikTok, kemudian korban masuk ke ruang siaran (live room) dan terjadi saling tantang serta saling ejek.
Ketegangan di media sosial itu diduga berlanjut hingga pertemuan langsung di lokasi kejadian.
Saat rombongan korban dihentikan, dua rekan korban berhasil melarikan diri menggunakan sepeda motor untuk menyelamatkan diri.
Sementara MEA tertinggal di lokasi dan diduga menjadi sasaran pengeroyokan oleh lima orang pemuda. Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar, korban terlihat mengalami kekerasan fisik.
Selain diduga dipukul menggunakan tangan kosong, korban juga tampak ditendang hingga terjatuh.
Kanit PPA Satreskrim Polres Jember Ipda Alfan Febrianto membenarkan adanya laporan dugaan pengeroyokan tersebut.
Menurutnya, polisi telah melakukan penyelidikan dan mengamankan lima orang yang diduga terlibat dalam peristiwa itu.
"Memang benar telah terjadi penganiayaan atau pengeroyokan di daerah Patrang yang diduga dilakukan oleh sekelompok orang. Korban informasinya masih di bawah umur dan saat ini kami masih melakukan pemeriksaan terhadap pelapor maupun korban," ujar Alfan saat dikonfirmasi di Mapolres Jember, Senin (27/7/2026).
Ia menjelaskan, kelima orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan secara intensif di Unit PPA Satreskrim Polres Jember.
"Alhamdulillah kami telah berhasil mengamankan lima orang. Saat ini masih kami lakukan pendalaman pemeriksaan," katanya.
Terkait kondisi korban, Ipda Alfan menyebut korban sempat mendapat perawatan medis di RSD dr. Soebandi setelah kejadian dan kini telah diperbolehkan pulang.
"Sesaat setelah kejadian korban langsung dibawa ke RSD dr. Soebandi. Informasinya pada Sabtu malam korban sudah diperbolehkan pulang," ungkapnya.
Mengenai motif, polisi menduga insiden tersebut berawal dari saling ejek di media sosial. Namun, penyidik masih mendalami kemungkinan adanya motif lain, termasuk isu yang sempat beredar di masyarakat.
"Informasi awal yang kami dapatkan, telah terjadi saling ejek di media sosial antara kedua belah pihak, yang kemudian berujung pada penganiayaan atau pengeroyokan di daerah Patrang. Untuk motif pastinya masih kami lakukan pendalaman," tegas Alfan.
Hingga kini, Satreskrim Polres Jember masih memeriksa seluruh pihak yang diduga terlibat, termasuk menelusuri video viral yang beredar di media sosial.
Terkait kasus ini, untuk terduga pelaku yang menjalani pemeriksaan masih dua orang. Yakni berinisial D (17) asal Kecamatan Mumbulsari dan R (18) warga Kecamatan Patrang, Jember.
"Untuk sementara lainnya masih menjalani pemeriksaan dan masih menjadi saksi," kata Alfan.
Polisi juga belum memastikan apakah pihak sekolah akan dimintai keterangan, karena penyelidikan masih berfokus pada para saksi dan pihak-pihak yang terekam dalam video kejadian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan