Jumat, 26 JUNI 2026 • 11:22 WIB

Peserta Sustainable Timber Terpesona dengan Hutan dan Keramahan Banyuwangi

Author

JATIM – Kabupaten Banyuwangi kembali menjadi perhatian dunia internasional setelah dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan Capacity Building for Like-Minded Countries (LMCs): Sustainable Timber. Sebanyak 36 delegasi dari 16 negara mengunjungi Banyuwangi untuk mempelajari praktik pengelolaan pertanian, perkebunan, dan industri kayu berkelanjutan di Indonesia.

Selama berada di Banyuwangi pada 24–27 Juni 2026, para peserta mengikuti berbagai kegiatan lapangan untuk melihat secara langsung pengelolaan sektor kehutanan dan perkebunan yang mengedepankan prinsip keberlanjutan.

Salah satu delegasi asal Argentina, Facundo Gonzalez, mengaku terkesan dengan pengalaman pertamanya mengunjungi Indonesia. Pegawai pada unit lingkungan hidup, perubahan iklim, dan perdagangan di Kementerian Luar Negeri Argentina itu menyebut Indonesia sebagai negara pertama di Asia yang ia datangi.

"Ini pertama kalinya saya datang ke Asia dan saya sangat senang bisa berada di Indonesia. Keramahan masyarakat yang saya rasakan sejak tiba di sini benar-benar luar biasa," ujar Facundo saat bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendopo Banyuwangi, Rabu (24/6/2026).

Menurut Facundo, Banyuwangi memiliki kekayaan alam yang menarik, terutama kawasan hutan dan perkebunan yang dikelola secara baik. Sebelum tiba di pusat kota, ia berkesempatan mengunjungi kawasan hutan yang dikelola Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) di Banyuwangi.

Ia mengaku mendapatkan pengalaman yang berbeda ketika berada di tengah kawasan hutan sambil mendengar lantunan azan dari masjid di sekitar lokasi.

"Di negara kami juga ada hutan, tetapi pengalaman di Banyuwangi sangat berbeda. Mendengar suara azan saat berada di tengah hutan menciptakan suasana yang unik dan memberikan kesan yang sangat mendalam bagi saya," ungkapnya.

Kesan positif juga disampaikan delegasi asal Ghana, Ophilious Lambog, dari Timber Industry Development Division, Forestry Commission Ghana. Ia menilai masyarakat Banyuwangi sangat ramah dan memberikan sambutan yang hangat kepada seluruh peserta.

"Kami merasa diterima dengan sangat baik. Selain masyarakatnya ramah, kuliner Banyuwangi juga sangat lezat," katanya.

Program Capacity Building for Like-Minded Countries (LMCs): Sustainable Timber merupakan kerja sama antara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan Center for Transdisciplinary and Sustainability Sciences (CTSS) IPB University. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari Argentina, Brasil, Guatemala, Bolivia, Kolombia, Ekuador, Meksiko, Ghana, Honduras, Republik Dominika, Nigeria, Pantai Gading, Saint Lucia, Papua Nugini, Malaysia, dan Thailand.

Para peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pemerintah, akademisi, diplomat, hingga pelaku usaha yang memiliki perhatian terhadap pengembangan sektor kehutanan dan industri kayu berkelanjutan.

Kepala CTSS IPB University, Prof. Damayanti Buchori, menjelaskan bahwa program tersebut bertujuan memperkuat pertukaran pengetahuan mengenai pengelolaan komoditas kayu yang legal, berkelanjutan, dan mampu bersaing di pasar internasional.

"Banyuwangi menjadi lokasi yang tepat karena peserta dapat melihat secara langsung praktik pengelolaan kehutanan, teknologi, serta perkembangan industri kayu berkelanjutan di Indonesia," jelasnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Banyuwangi sebagai lokasi kegiatan internasional tersebut.

Menurutnya, kehadiran delegasi dari berbagai negara tidak hanya menjadi kesempatan memperkenalkan potensi daerah, tetapi juga membuka ruang bertukar pengalaman dan memperluas kerja sama di bidang pertanian, perkebunan, dan kehutanan.

"Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat bagi semua pihak. Selain memperkenalkan potensi Banyuwangi, kami juga ingin memperoleh berbagai wawasan baru untuk mendukung pengembangan sektor perkebunan dan kehutanan yang berkelanjutan di masa mendatang," ujar Ipuk.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dari Berbagai Sumber

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU