
JATIM – Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo terus meningkatkan pelayanan kesehatan hewan melalui program Posyandu Ternak. Kali ini, layanan kesehatan ternak digelar di Desa Guyangan, Kecamatan Krucil, Kamis (25/6/2026), dengan memberikan pelayanan kepada 268 ekor ternak milik para peternak setempat.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Diperta Kabupaten Probolinggo, drh. Nikolas Nuryulianto, bersama Kepala UPT Puskeswan Aulia Khusumastutik, Medik Veteriner Muda drh. Machrus, dokter hewan penyelia Krucil drh. Arrafi, serta tim petugas Puskeswan Krucil.
Dalam Posyandu Ternak ini, peternak mendapatkan berbagai layanan kesehatan hewan secara gratis. Layanan tersebut meliputi vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), pemeriksaan kesehatan ternak, pengobatan, pemberian vitamin, pemeriksaan kebuntingan (PKB), hingga inseminasi buatan (IB).
Berdasarkan data pelayanan, sebanyak 223 ekor ternak memperoleh vaksinasi PMK dan pemeriksaan kesehatan, terdiri atas 145 ekor sapi, 76 ekor kambing, dan 2 ekor domba. Selain itu, layanan pengobatan juga diberikan kepada 41 ekor ternak, yaitu 33 kambing dan 8 domba.
Sementara itu, pemeriksaan kebuntingan dilakukan terhadap empat ekor sapi. Hasilnya, dua ekor dinyatakan bunting, sedangkan dua lainnya belum bunting. Tim juga memberikan layanan inseminasi buatan kepada satu ekor sapi sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas peternakan.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Diperta Kabupaten Probolinggo, drh. Nikolas Nuryulianto, mengatakan Posyandu Ternak merupakan salah satu program pemerintah daerah untuk mendekatkan layanan kesehatan hewan kepada masyarakat peternak.
"Melalui Posyandu Ternak, peternak dapat memperoleh berbagai layanan kesehatan hewan secara gratis, mulai dari vaksinasi, pengobatan, pemberian vitamin, pemeriksaan reproduksi hingga inseminasi buatan. Program ini bertujuan menjaga kesehatan ternak sekaligus meningkatkan produktivitas peternakan," ujarnya.
Menurut Nikolas, program tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak peternak merasa terbantu karena pelayanan dilakukan langsung di desa sehingga lebih mudah dijangkau.
"Antusiasme peternak sangat tinggi. Mereka merasa terbantu karena tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mendapatkan layanan kesehatan ternak. Dengan kondisi ternak yang sehat, hasil usaha peternakan juga akan semakin optimal," katanya.
Ia menambahkan bahwa kesehatan ternak menjadi faktor utama dalam meningkatkan hasil produksi dan mencegah penyebaran penyakit, termasuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Oleh karena itu, pelayanan kesehatan hewan harus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.
"Kami berharap Posyandu Ternak dapat terus dilaksanakan secara berkala sehingga kesehatan ternak tetap terjaga, produktivitas meningkat, dan kesejahteraan peternak ikut terdongkrak," jelasnya.
Nikolas juga berharap dukungan anggaran untuk program kesehatan hewan terus ditingkatkan agar cakupan pelayanan dapat menjangkau lebih banyak desa di Kabupaten Probolinggo.
"Dengan dukungan yang lebih besar, program Posyandu Ternak bisa memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat peternak. Ternak yang sehat akan memperkuat sektor peternakan daerah sekaligus meningkatkan pendapatan para peternak," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dari Berbagai Sumber