Senin, 16 FEBRUARI 2026 • 09:19 WIB

Pemkab Probolinggo Gelar Proteksi, Tekan Inflasi Jelang Ramadhan

Author

JATIM – Dalam rangka penguatan program SAE Ekonomi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Bagian Perekonomian dan SDA menggelar kegiatan Proteksi (Probolinggo Tekan Inflasi) sebagai langkah konkret menjaga stabilitas harga menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu (15/2/2026) di Stadion Gelora Merdeka Kraksaan dan menyasar masyarakat umum.

Program ini merupakan bentuk sinergi Pemkab Probolinggo bersama Bank Indonesia Wilayah Kerja Malang dalam pengendalian inflasi daerah. Melalui Proteksi, distributor difasilitasi untuk menjual berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga pasar tanpa subsidi, sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat.

Sejumlah instansi dan distributor turut ambil bagian, di antaranya Perum Bulog dengan komoditas gula, beras SPHP dan Minyak Kita, PG Wonolangan dengan gula curah, Dinas Pertanian melalui tiga Gapoktan dengan hasil pertanian, Bidang Bina Usaha Peternakan dengan telur dan susu, Dinas Perikanan dengan olahan perikanan, ID Food/RNI Jember dengan beras premium, Minyak Kita, tepung terigu, kecap dan saos, Bee Jay Frozen Food, Kecap Kipas Sate, Indofood dengan mi instan dan produk susu serta Prima Fresh Mart dengan daging ayam ras dan aneka olahan ayam.

Selain pasar murah, Sekretariat TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) juga berkolaborasi dengan Puskesmas Kraksaan untuk menyediakan layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat yang hadir.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Kabupaten Probolinggo Arie Kartikasari menyampaikan kegiatan Proteksi menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.

“Menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, permintaan kebutuhan pokok biasanya meningkat. Melalui Proteksi, kami memfasilitasi distributor agar menjual komoditas di bawah harga pasar sehingga masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan dengan harga terjangkau tanpa harus melakukan penimbunan,” ujarnya.

Menurut Arie, pengendalian inflasi tidak hanya dilakukan melalui intervensi pasar, tetapi juga melalui edukasi kepada masyarakat agar berbelanja secara bijak.

“Kami juga menghimbau masyarakat untuk berbelanja sesuai kebutuhan. Tidak perlu panic buying atau menimbun barang, karena ketersediaan stok relatif aman dan pemerintah terus melakukan pemantauan,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan sekitar tiga jam jelas Arie, tercatat perputaran transaksi masyarakat mencapai Rp 10.955.500,-. Capaian tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat sekaligus efektivitas program dalam menjaga stabilitas harga.

“Sinergi dengan Bank Indonesia dan seluruh stakeholder menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini. Ke depan, Proteksi akan terus kami optimalkan sebagai instrumen pengendalian inflasi daerah agar ekonomi masyarakat tetap stabil dan terkendali,” pungkasnya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dari Berbagai Sumber

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU