Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 11 JULI 2026 • 18:54 WIB

Bupati Lumajang Hadiri Penutupan Piodalan di Pura Mandara Giri Semeru Agung, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan Umat Beragama

Bupati Lumajang Hadiri Penutupan Piodalan di Pura Mandara Giri Semeru Agung, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan Umat Beragama

JATIM – Pemerintah Kabupaten Lumajang terus memperkuat komitmen dalam menjaga kerukunan umat beragama dengan mendukung pelaksanaan berbagai kegiatan keagamaan. Salah satunya melalui kehadiran Bupati Lumajang Indah Amperawati dan Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma pada penutupan rangkaian Prosesi Piodalan di Pura Mandara Giri Semeru Agung, Kecamatan Senduro, Jumat (10/7/2026).

Kehadiran pemerintah daerah menjadi bentuk dukungan terhadap kebebasan masyarakat menjalankan ibadah sesuai keyakinan sekaligus menjaga suasana yang aman, damai, dan harmonis di tengah keberagaman masyarakat Lumajang.

Ribuan Umat Hindu Ikuti Prosesi Piodalan di Senduro
Prosesi Piodalan tahun ini diikuti ribuan umat Hindu yang datang dari Bali, berbagai daerah di Jawa Timur, hingga luar Pulau Jawa.

Mereka mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan penuh khidmat di Pura Mandara Giri Semeru Agung, salah satu pusat kegiatan keagamaan umat Hindu yang berada di kawasan Kecamatan Senduro.

Banyaknya umat yang hadir menunjukkan besarnya makna Piodalan sekaligus memperlihatkan bahwa Lumajang menjadi daerah yang mampu menjaga kehidupan masyarakat yang rukun dan saling menghormati.

Bupati Lumajang Apresiasi Kelancaran Prosesi Piodalan
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, yang akrab disapa Bunda Indah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan menjaga kelancaran pelaksanaan Piodalan.

Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh kekhidmatan berkat kerja sama berbagai unsur, termasuk panitia, aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat.

"Alhamdulillah, pagi ini saya bersama Mas Wakil Bupati menghadiri penutupan rangkaian Prosesi Piodalan di Pura Mandara Giri Semeru Agung. Atas nama Pemerintah Kabupaten Lumajang, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik, aman, dan kondusif," ujarnya.
Toleransi Menjadi Modal Membangun Lumajang
Menurut Bunda Indah, suasana damai selama pelaksanaan Piodalan menjadi bukti bahwa nilai toleransi dan saling menghormati terus tumbuh di tengah masyarakat Lumajang.

Ia menilai kondisi tersebut merupakan modal penting dalam memperkuat persatuan sekaligus menciptakan lingkungan sosial yang kondusif bagi pembangunan daerah.

"Ribuan umat Hindu dari Bali, berbagai kabupaten dan kota, bahkan dari luar pulau hadir di Senduro untuk mengikuti seluruh prosesi Piodalan. Kehadiran mereka menjadi berkah bagi masyarakat karena disambut dengan suasana yang aman, nyaman, dan penuh persaudaraan," katanya.
Pemkab Lumajang Dukung Kebebasan Beribadah
Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma juga mengikuti rangkaian kegiatan sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap kebebasan beragama serta pelestarian nilai-nilai budaya dan tradisi.

Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa setiap warga memiliki hak yang sama untuk menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, inklusif, dan saling menghargai.

Piodalan Jadi Momentum Mempererat Persaudaraan
Prosesi Piodalan merupakan peringatan hari jadi Pura Mandara Giri Semeru Agung yang setiap tahun menjadi agenda penting bagi umat Hindu.

Selain sebagai kegiatan keagamaan, Piodalan juga menjadi ajang mempererat tali persaudaraan antarumat dari berbagai daerah yang datang ke Senduro.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Bupati Lumajang Hadiri Penutupan Piodalan di Pura Mandara Giri Semeru Agung, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan Umat Beragama

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!