Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 06 JUNI 2026 • 09:51 WIB

Kasus DBD Capai 12 Orang, PMI Jember Fogging Puluhan Rumah di Selodakon Tanggul

Kasus DBD Capai 12 Orang, PMI Jember Fogging Puluhan Rumah di Selodakon Tanggul

JATIM - Meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, Jawa Timur, mendorong Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember bersama Puskesmas Klatakan dan pemerintah desa setempat melakukan langkah cepat pencegahan penyebaran penyakit tersebut melalui kegiatan fogging atau pengasapan nyamuk.

Berdasarkan hasil asesmen PMI Kabupaten Jember pada Rabu (3/6/2026), tercatat sedikitnya 12 warga Dusun Tegal Paron, Desa Selodakon, Kecamatan Tanggul, terserang DBD. Sebagian pasien telah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan, sementara lainnya masih menjalani pengobatan di rumah sakit.

Kegiatan tersebut bermula dari surat permohonan fogging yang diajukan Kecamatan Tanggul kepada PMI Jember. Menindaklanjuti permohonan tersebut, PMI menerjunkan tim asesmen untuk melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa Selodakon dan Puskesmas Klatakan guna memetakan kondisi di lapangan.

Dari hasil koordinasi diketahui bahwa wilayah terdampak, khususnya Dusun Tegal Paron RT 01 RW 08, telah dua kali dilakukan fogging oleh Puskesmas Klatakan. Fogging pertama dilaksanakan pada 22 Mei 2026 setelah ditemukan lima kasus DBD. Sepekan kemudian, tepatnya 29 Mei 2026, pengasapan kembali dilakukan menyusul adanya tambahan kasus di lingkungan yang sama.

Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, mengatakan kegiatan fogging merupakan program rutin yang setiap tahun dilakukan PMI, terutama menjelang musim kemarau ketika banyak genangan air yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, penyebab DBD.

"Di kawasan barat Jember, tepatnya Kecamatan Tanggul, sudah ada 12 warga yang menjadi korban DBD. Karena itu PMI Jember berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, Puskesmas, pemerintah desa, Posyandu, dan berbagai pihak untuk melakukan gerak cepat melalui kegiatan fogging," ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (6/6/2026).

Dalam pelaksanaannya, PMI Jember menyiapkan delapan personel relawan yang memiliki kompetensi di bidang fogging. Mereka diterjunkan untuk melakukan pengasapan di wilayah RT 02 RW 08 dengan sasaran sekitar 82 rumah warga sebagai bagian dari kegiatan kolaboratif lintas sektor.

Menurut Zainollah, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan masih terdapat sejumlah titik yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, seperti genangan air dan lingkungan dengan sanitasi yang perlu mendapat perhatian lebih.

"Kalau tidak segera ditangani, nyamuk bisa terus berkembang biak dan menjadi ancaman serius bagi masyarakat sekitar," katanya.

Selain fogging, Puskesmas Klatakan secara bersamaan melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di RT 01 dan RT 02. Upaya tersebut dilakukan untuk memutus siklus perkembangbiakan nyamuk secara lebih efektif.

PMI Jember juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Warga diminta rutin menguras tempat penampungan air, menutup wadah yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, serta mengubur atau mendaur ulang barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan.

"Menjaga sanitasi lingkungan menjadi kunci utama pencegahan DBD. Jangan membuang sampah sembarangan, terutama di lokasi yang bisa menimbulkan genangan air. Kaleng bekas, plastik, dan wadah yang tidak terpakai harus segera dibersihkan atau dimusnahkan agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk," pungkas Zainollah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERBARU

Kasus DBD Capai 12 Orang, PMI Jember Fogging Puluhan Rumah di Selodakon Tanggul

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!