JATIM – Antusiasme masyarakat mengikuti Gerak Jalan Tanggul Jember Tradisional (Tajemtra) 2025 begitu tinggi. Hingga penutupan pendaftaran pada 21 Agustus 2025 pukul 17.00 WIB, jumlah peserta yang terdata mencapai 15.171 orang, baik kategori perorangan maupun beregu. Jumlah ini meningkat dibanding tahun 2024 lalu yang mencatat 15.155 peserta.
Kegiatan gerak jalan khas Jember ini menempuh rute sepanjang 30,9 kilometer, dimulai dari garis start di Kecamatan Tanggul hingga garis finish di Alun-alun Jember. Kemeriahan terasa sejak siang sebelum pelepasan sekitar pukul 13.00 WIB.
Ribuan peserta dan penonton tumpah ruah di sepanjang jalur yang dilintasi.
“Alhamdulillah, sampai pagi ini semua sudah siap, dari start hingga finish. Tepat jam 13.00 WIB, kegiatan ini akan dibuka dan diberangkatkan langsung oleh Gus Bupati,” kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Jember, Edy Budi Susilo, Sabtu (23/8/2025).
Untuk mengurai kemacetan lalu lintas menuju garis start di Alun-Alun Kecamatan Tanggul. Pemerintah Kabupaten Jember bekerja sama dengan berbagai pihak memastikan kelancaran transportasi peserta menuju Tanggul.
PT KAI Daop 9 Jember digandeng, untuk menyediakan Kereta Luar Biasa (KLB) khusus untuk peserta Tajemtra, dengan kapasitas 288 kursi dalam enam gerbong eksekutif. Tiket kereta ini sudah habis terjual sejak pendaftaran dibuka.
“Antusiasmenya luar biasa. Semua kursi sudah terisi. Kami berkolaborasi dengan Pemkab Jember untuk mendukung kegiatan ini. Ke depan kami siap mengevaluasi agar dukungan bisa lebih maksimal,” ujar Vice President KAI Daop 9 Jember, Hengky Prasetyo.
Selain kereta api, Dispora Jember juga menyiapkan tiga truk milik Armed 8 Udhata Yudha serta armada bus dan elf untuk mengangkut peserta.
Termasuk jajaran OPD, Forkopimda, DPRD, Dharma Wanita, dan PKK. Strategi ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan pribadi menuju titik start.
Tidak hanya itu, lebih lanjut kata Edy, untuk menjaga keselamatan ribuan peserta selama menempuh perjalanan hampir 31 kilometer itu.
Panitia menyiapkan 16 titik pos kesehatan. Setiap satu kilometer tersedia tenaga medis yang bersiaga, lengkap dengan 40 unit mobil ambulans serta paramedis yang siap siaga.
“Rumah sakit rujukan disiapkan di RSD Balung dan RS Kaliwates. Kami juga bersinergi dengan PMI untuk mengawal kesehatan peserta. Harapannya, kegiatan berjalan lancar tanpa insiden,” jelas Edy.
Selain itu, seluruh peserta juga mendapatkan perlindungan asuransi kesehatan. Edy menegaskan, hal ini penting agar peserta merasa aman, terutama jika terjadi kejadian darurat yang membutuhkan penanganan medis lanjutan.
“Peserta sudah ter-cover asuransi, sehingga kalau ada insiden, mereka langsung ditangani di rumah sakit,” tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan