Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 31 JULI 2025 • 07:13 WIB

Pertamina Upaya Atasi Kendala Distribusi BBM, Ini Kata Mantan Wabup Jember

Pertamina Upaya Atasi Kendala Distribusi BBM, Ini Kata Mantan Wabup JemberKiai Muqit saat dikonfirmasi di rumahnya, dan tampak antrian BBM di salah satu SPBU Jember.

JATIM - Mantan Wakil Bupati Jember periode 2016–2021, Abdul Muqit Arief, mengapresiasi langkah cepat yang diambil oleh Pertamina dan pemerintah dalam mengatasi krisis kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di Kabupaten Jember, sejak Sabtu (26/7/2025) kemarin.

Dalam pernyataannya, Rabu (30/7/2025), pria yang akrab disapa Kiai Muqit ini menyampaikan bahwa upaya yang dilakukan Pertamina patut diapresiasi. Karena telah membantu memenuhi kebutuhan masyarakat akan BBM di tengah situasi darurat.

“Saya kira usaha dari Pertamina dan pemerintah sudah maksimal. Masyarakat diharapkan bisa memahami kondisi ini dan yang sangat penting, jangan sampai ada oknum-oknum yang memanfaatkan kondisi ini untuk kepentingan pribadi,” ujar Kiai Muqiet saat dikonfirmasi sejumlah wartawan.

Seperti diketahui, Pertamina terakhir kali mengirimkan 86 unit armada truk tangki ke wilayah Jember guna mempercepat distribusi BBM. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari respon atas melonjaknya kebutuhan masyarakat serta keterlambatan pasokan yang sebelumnya terjadi akibat hambatan logistik.

Muqiet menekankan pentingnya pengawasan terhadap pendistribusian BBM tersebut. “Kalau tidak dikawal, saya khawatir, nanti dimanfaatkan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab,” katanya.

Pria pengasuh Ponpes Al Falah, Silo ini juga menyesalkan, munculnya pihak-pihak yang mencari keuntungan pribadi di tengah krisis.

“Harga Pertamax di tingkat pengecer, ada yang mencapai 35 ribu per liter,” ungkapnya. 

Muqiet pun meminta aparat keamanan untuk lebih serius mengawasi distribusi BBM, serta menindak tegas pelaku yang diduga menimbun atau menjual BBM dengan harga tidak wajar.

“Jangan sampai ada pihak-pihak yang mengambil kesempatan dalam kesempitan ini,” imbuhnya.

Menurut Muqiet, krisis BBM ini telah berdampak luas, tidak hanya pada pelaku usaha namun juga masyarakat di pedesaan. Ia mencontohkan petani kopi yang kesulitan membawa hasil panen ke rumah karena tidak tersedia BBM untuk kendaraan angkut.

“Krisis yang terjadi sekarang ini adalah sesuatu yang tidak diharapkan oleh semua pihak. Bukan hanya masyarakat, tetapi pemerintah juga sangat tidak berharap ini terjadi,” katanya. 

Ia pun juga mengajak semua pihak untuk menjadikan kondisi ini sebagai pembelajaran bersama.

Kiai Muqiet juga mengajak masyarakat agar tetap tenang dan bijak dalam menyikapi krisis ini. “Mari kita memahami apa yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi persoalan ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Bupati Jember Muhammad Fawait dalam konferensi pers di gedung DPRD Jember pada Senin malam (28/7/2025), menyatakan bahwa Pertamina telah melakukan pengiriman besar-besaran BBM dari berbagai daerah, termasuk Malang, Surabaya, dan Solo. Hal ini menunjukkan keseriusan dalam menanggulangi kelangkaan yang terjadi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERBARU

Pertamina Upaya Atasi Kendala Distribusi BBM, Ini Kata Mantan Wabup Jember

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!