JATIM – Warga Lingkungan Mojan, RT 04/RW 02, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, digemparkan dengan penemuan seorang pria yang meninggal dunia dalam kondisi tergantung di bawah pohon nangka di pekarangan rumahnya, Senin (6/7/2026). Saat ditemukan, kondisi jasad korban telah membengkak dan membusuk sehingga menimbulkan aroma menyengat di sekitar lokasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, korban diketahui tinggal seorang diri di rumah tersebut. Sejumlah warga menyebut korban diduga mengalami depresi dan gangguan kejiwaan yang dipicu kondisi kesehatan yang terus menurun akibat penyakit menahun yang dideritanya.
Korban terakhir kali terlihat oleh warga pada Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu korban masih beraktivitas seperti biasa di sekitar rumahnya. Setelah itu, keberadaannya tidak lagi diketahui hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia tiga hari kemudian.
"Terakhir saya melihat korban pada hari Jumat sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu korban masih beraktivitas seperti biasa," ujar Riyadi, tetangga korban.
Menurut Riyadi, korban selama ini dikenal warga sebagai pribadi yang hidup menyendiri dan diduga mengalami gangguan kejiwaan. Dalam kesehariannya, korban bahkan kerap berjalan tanpa mengenakan pakaian.
"Kesehariannya memang diduga mengalami gangguan kejiwaan dan sering telanjang," ungkapnya.
Kronologi penemuan bermula pada Senin pagi sekitar pukul 09.00 WIB ketika Riyadi mencium bau busuk yang berasal dari sekitar rumah korban. Namun saat itu ia belum mengetahui sumber aroma menyengat tersebut.
"Sekitar pukul 09.00 WIB saya mencium bau bangkai di dekat rumah, tetapi belum tahu sumber baunya dari mana," katanya.
Sekitar satu jam kemudian, suasana lingkungan mendadak ramai setelah seorang warga bernama Babun yang sedang mencari rumput di area selatan rumah korban melihat sosok pria tergantung di bawah pohon nangka. Saksi kemudian berteriak meminta pertolongan warga sekitar.
Mendengar teriakan tersebut, warga berdatangan ke lokasi dan mendapati korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan leher terlilit kain atau sarung berwarna hitam. Kondisi tubuh korban saat itu sudah membengkak dan mulai membusuk.
"Sekitar pukul 10.00 WIB saya mendengar ada warga berteriak. Saat saya datang, korban sudah tergantung di bawah pohon nangka dengan leher terlilit kain hitam. Tubuhnya sudah bengkak dan membusuk," tambah Riyadi.
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada Kepala Dusun Mojan, Maun Wahyudi, yang selanjutnya meneruskan laporan kepada Polsek Patrang dan pihak terkait.
"Saya ditelepon Pak Riyadi sekitar pukul 10.52 WIB. Setelah menerima laporan penemuan mayat, saya langsung menuju lokasi dan menghubungi Bhabinkamtibmas, Kanit Reskrim, serta pihak kelurahan," jelas Maun.
Petugas kepolisian bersama Unit Inafis Polres Jember, perangkat Kelurahan Bintoro, dan tim medis RSUD dr. Soebandi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan evakuasi jenazah.
Kapolsek Patrang AKP Suparman membenarkan adanya penemuan jasad tersebut. Menurutnya, polisi menerima laporan dugaan bunuh diri dengan cara gantung diri sekitar pukul 10.30 WIB.
"Saya menerima laporan adanya dugaan penemuan mayat bunuh diri dengan cara gantung diri di sebuah pohon nangka di area pekarangan Lingkungan Mojan, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang," ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan dan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit komplikasi berupa gangguan jantung, diabetes, serta mengalami kepikunan ringan. Korban juga sempat tinggal bersama anak pertamanya selama sekitar satu bulan pada Maret hingga April 2026 sebelum akhirnya kembali tinggal seorang diri di rumahnya.
"Berdasarkan keterangan keluarga, korban memiliki riwayat penyakit jantung, diabetes, dan sedikit pikun. Selama tinggal sendiri, makanan dikirim oleh anak-anaknya serta dibantu tetangga," terang AKP Suparman.
Dalam olah TKP, polisi mengamankan barang bukti berupa selembar sarung hitam yang diduga digunakan untuk gantung diri serta baju lengan panjang warna merah marun. Hasil pemeriksaan luar terhadap jasad korban tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan.
"Barang bukti yang diamankan berupa sarung hitam dan baju lengan panjang warna merah marun. Hasil pemeriksaan luar terhadap korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: