Bupati Jember, Muhammad Fawait
JATIM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember memastikan proyek pembangunan kawasan street food atau food street akan rampung dan diresmikan pada tahun ini. Proyek yang digadang menjadi ikon baru daerah tersebut kini tengah dikebut pengerjaannya, dengan konsep yang tidak hanya mempercantik wajah kota, tetapi juga menjadi bentuk keberpihakan terhadap pelaku ekonomi informal seperti pedagang kaki lima (PKL) dan UMKM.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyampaikan bahwa pembangunan kawasan street food tersebut saat ini sedang dalam tahap pengerjaan dan ditargetkan segera dibuka untuk masyarakat dalam waktu dekat.
Ia menjelaskan, lokasi utama berada di sepanjang Jalan Kartini dan direncanakan akan diperluas hingga ke Jalan Gatot Subroto untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi aktivitas ekonomi masyarakat.
“Alhamdulillah, insyaallah itu akan menjadi salah satu ikon baru Pemkab Jember, yang hari ini prosesnya sedang dibangun kembali. Dan nanti selain Jalan Kartini, mudah-mudahan bisa diperpanjang sampai Jalan Gatot Subroto,” ujar Fawait saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di Gedung DPRD Jember, Jumat (10/4/2026). Menurutnya, kehadiran kawasan ini bukan hanya sekadar penataan kota, tetapi juga sebagai simbol keberpihakan pemerintah daerah terhadap sektor ekonomi informal.
Ia berharap, keberadaan food street dapat menjadi solusi penataan PKL agar lebih tertib tanpa menghilangkan mata pencaharian mereka, sekaligus memperindah kawasan pusat kota.
“Dan itu menjadi salah satu simbol Kabupaten Jember, keberpihakan Kabupaten Jember pada para sektor ekonomi informal, yaitu PKL dan UMKM. Harapan kami nanti alun-alunnya bagus dan juga PKL tetap terwadahi di food street,” lanjutnya. Fawait juga memastikan bahwa peresmian kawasan tersebut akan dilakukan tahun ini, seiring dengan percepatan pembangunan yang tengah dilakukan oleh pemerintah daerah.
“Untuk peresmian, tahun ini pastinya. Tahun ini kita sedang mengebut. Mudah-mudahan tahun ini bisa segera buka,” tegasnya. Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas PUPR Jember, Arif Liyantono, mengungkapkan bahwa proyek pembangunan street food tersebut menggunakan skema kerja khusus.
Hal ini dilakukan mengingat lokasi proyek berada di kawasan yang berdekatan dengan tempat ibadah, sehingga diperlukan penyesuaian dalam pelaksanaan pekerjaan agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat. “Kami memastikan pembangunan tetap menghormati aktivitas sosial-keagamaan di sekitarnya, seperti di gereja,” ungkap Arif saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon, Sabtu (11/4/2026).
Untuk mengejar target penyelesaian, proyek ini menerapkan sistem kerja dua shift dengan pengawasan ketat. Namun demikian, aktivitas konstruksi akan dihentikan sementara saat berlangsung kegiatan ibadah guna menjaga kenyamanan dan kondusivitas lingkungan sekitar.
“Dengan manajemen waktu yang tepat, kami optimis proyek ini selesai tepat waktu tanpa mengganggu aktivitas masyarakat,” pungkasnya. Dengan progres pembangunan yang terus berjalan dan target penyelesaian tahun ini, kawasan street food di Jember diharapkan tidak hanya menjadi pusat kuliner baru, tetapi juga menjadi daya tarik wisata serta penggerak ekonomi lokal yang inklusif bagi masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: