Selasa, 14 JULI 2026 • 10:01 WIB

Hari Pertama Sekolah di Lumajang Penuh Haru, Gerakan Ayah Mengantar Anak Jadi Simbol Pentingnya Peran Keluarga

Author

JATIM – Sebelum bel sekolah berbunyi, puluhan pelukan hangat mengiringi langkah kecil anak-anak menuju ruang kelas. Tangan-tangan mungil menggenggam erat jemari orang tua, doa dipanjatkan pelan, sementara senyum yang tersungging di wajah ayah dan ibu tak mampu sepenuhnya menyembunyikan rasa haru.

Pemandangan penuh makna itu mewarnai hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di berbagai sekolah di Kabupaten Lumajang, Senin (13/7/2026).

Lebih dari sekadar dimulainya tahun ajaran baru, momen tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan pertama seorang anak selalu dimulai dari rumah. Kehadiran keluarga, terutama orang tua, menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter, rasa percaya diri, dan semangat belajar anak.

Gerakan Ayah Mengantar Anak Warnai Hari Pertama MPLS
Suasana berbeda terlihat di sejumlah sekolah di Lumajang. Jika biasanya halaman sekolah didominasi para ibu, kali ini banyak ayah yang datang mengantar anak mereka.

Ada yang menggandeng tangan putra-putrinya menuju gerbang sekolah, memeluk sebelum berpisah, mengusap kepala penuh kasih, hingga mengabadikan momen hari pertama sekolah bersama keluarga.

Kehadiran mereka merupakan bagian dari Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS), sebuah gerakan nasional yang bertujuan meningkatkan keterlibatan ayah dalam proses pengasuhan dan pendidikan anak.

Namun di Lumajang, makna gerakan tersebut terasa lebih luas. Tidak sekadar mengantar anak ke sekolah, tetapi juga menegaskan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama seluruh anggota keluarga.

Kehadiran Ayah Menjadi Dukungan Berharga bagi Anak
Di halaman MIS Nurul Islam Lumajang, Yusuf tampak mengantar putrinya menuju kelas.

Baginya, mengantar anak bukanlah sesuatu yang dilakukan hanya karena adanya gerakan nasional. Aktivitas tersebut sudah menjadi bagian dari rutinitas keluarganya.

Menurut Yusuf, siapa pun yang mengantar bukanlah hal utama. Yang terpenting adalah anak merasakan kasih sayang, perhatian, dan dukungan penuh dari keluarga.

Hal senada disampaikan Arif yang mengaku bergantian dengan istrinya mengantar anak ke sekolah. Namun, setiap kali memiliki kesempatan, ia memilih hadir sendiri, terlebih pada hari pertama sekolah yang menjadi pengalaman baru bagi buah hatinya.

Baginya, perjalanan singkat menuju sekolah menjadi waktu yang sangat berharga untuk berbincang, memberi semangat, sekaligus membangun kedekatan emosional dengan anak.

Momen Sederhana yang Membentuk Kenangan
Cerita serupa juga terlihat di SD Citrodiwangsan 1 Lumajang.

Dayat mengantar putranya yang untuk pertama kalinya mengenakan seragam sekolah dasar. Ia bahkan berencana menjadikan kegiatan tersebut sebagai rutinitas karena lokasi sekolah searah dengan tempatnya bekerja.

Momen sederhana seperti mengantar anak ke sekolah, mendengarkan cerita mereka selama perjalanan, memberikan pelukan sebelum berpisah, hingga mengucapkan doa menjadi pengalaman yang akan terus diingat anak sepanjang hidupnya.

Bagi banyak keluarga, kebersamaan di pagi hari tersebut bukan hanya rutinitas, tetapi juga bentuk nyata cinta dan dukungan yang memberikan rasa aman kepada anak saat memasuki lingkungan baru.

Peran Orang Tua Berpengaruh terhadap Perkembangan Anak
Berbagai penelitian di bidang pendidikan dan pengasuhan menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua, termasuk ayah, memberikan dampak positif terhadap perkembangan sosial, emosional, maupun akademik anak.

Anak yang mendapatkan perhatian dan pendampingan dari keluarga cenderung memiliki rasa percaya diri lebih tinggi, semangat belajar yang lebih baik, serta kemampuan beradaptasi yang lebih kuat saat menghadapi lingkungan baru.

Kehadiran orang tua juga berperan penting dalam membentuk karakter, menanamkan disiplin, serta memperkuat hubungan emosional yang menjadi bekal anak menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Pendidikan Berawal dari Rumah
Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah menjadi pengingat bahwa pendidikan terbaik tidak hanya berlangsung di ruang kelas.

Sekolah memang menjadi tempat anak memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi keluarga tetap menjadi ruang pertama tempat mereka belajar tentang kasih sayang, tanggung jawab, disiplin, rasa hormat, dan keberanian.

Hari pertama MPLS 2026 di Kabupaten Lumajang menghadirkan pesan yang sederhana namun mendalam, bahwa masa depan anak dibangun melalui kolaborasi antara sekolah dan keluarga.

Ketika ayah, ibu, wali, dan seluruh anggota keluarga memilih hadir dalam setiap proses tumbuh kembang anak, mereka tidak hanya mengantarkan buah hati menuju gerbang sekolah. Mereka juga sedang menanamkan rasa percaya diri, membangun karakter, dan memberikan bekal kehidupan yang akan terus dikenang hingga dewasa.

Karena pada akhirnya, pendidikan bukan hanya tentang pelajaran yang diajarkan di dalam kelas. Pendidikan sejati tumbuh dari keluarga yang selalu hadir, mendampingi setiap langkah, dan menjadikan kasih sayang sebagai pelajaran pertama dalam kehidupan seorang anak.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU