Senin, 29 JUNI 2026 • 10:59 WIB

Festival Bersih Kampung Bremi 2026 Meriah, Kirab Budaya Angkat Sejarah dan Dongkrak UMKM di Kota Probolinggo

Author

JATIM – Ribuan warga memadati Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Minggu (28/6/2026), untuk menyaksikan Kirab Budaya Festival Bersih Kampung Bremi (Berkam) 2026. Memasuki penyelenggaraan ke-11, festival tahunan ini kembali menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

Kirab budaya berlangsung semarak dengan menampilkan berbagai atraksi seni tradisional, gunungan hasil bumi, tari-tarian, busana adat, hingga pertunjukan Kelabang Songo yang menjadi daya tarik bagi masyarakat dan wisatawan.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, didampingi Ketua TP PKK Kota Probolinggo, dr. Evariani, Sekretaris Daerah Budiono Wirawan, para camat, lurah se-Kecamatan Mayangan, serta tokoh masyarakat.

Lurah Sukabumi, Roby Boestami, mengatakan Festival Bersih Kampung Bremi merupakan wujud rasa syukur masyarakat sekaligus upaya menjaga tradisi dan budaya lokal agar tetap lestari.

Menurutnya, penyelenggaraan festival juga memberikan dampak positif bagi perekonomian warga karena melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di lingkungan sekitar.

"Kegiatan ini menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Kami juga telah berkoordinasi dengan sejumlah penginapan agar wisatawan, termasuk tamu asing, dapat mengetahui dan menghadiri festival ini sehingga semakin dikenal hingga mancanegara," ujar Roby.

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin memberikan apresiasi kepada masyarakat Kelurahan Sukabumi yang terus menjaga dan melestarikan Festival Bersih Kampung Bremi sebagai warisan budaya daerah.

Ia menjelaskan, Kampung Bremi memiliki nilai sejarah yang panjang. Kawasan tersebut dipercaya telah ada sejak tahun 1800-an dan memiliki keterkaitan dengan perjalanan Prabu Hayam Wuruk, sehingga menjadi bagian penting dari sejarah Kota Probolinggo.

"Ini merupakan kampung tua yang memiliki sejarah panjang dan harus terus dijaga serta dilestarikan oleh generasi penerus," kata Aminuddin.

Menurutnya, festival budaya tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi sarana kaderisasi budaya sekaligus menggali potensi masyarakat. Dampaknya diharapkan mampu menciptakan multiplier effect, mulai dari peningkatan sektor pariwisata hingga pertumbuhan ekonomi lokal.

Selain itu, wali kota juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan selama kegiatan berlangsung sebagai bagian dari program Probolinggo Bersolek.

Kemeriahan kirab budaya turut dirasakan para peserta. Salah satunya Cika, penari Jaran Bodag dari RT 12, yang mengaku telah menjalani latihan selama dua pekan bersama warga.

"Latihannya sekitar dua minggu. Yang ikut banyak, mulai anak-anak, orang tua, hingga ibu-ibu. Senang bisa ikut tampil karena memang hobi saya menari," ungkapnya.

Suasana festival semakin semarak ketika Ketua TP PKK Kota Probolinggo, dr. Evariani, ikut berbaur dan menari bersama para peserta kirab. Kehadirannya disambut antusias masyarakat yang memadati sepanjang rute kirab budaya.

Melalui Festival Bersih Kampung Bremi 2026, Pemerintah Kota Probolinggo berharap budaya lokal terus dilestarikan sekaligus mampu menjadi daya tarik wisata budaya yang berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan dan kesejahteraan masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dari Berbagai Sumber

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU