JATIM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang terus melakukan monitoring distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyaluran Pertalite dan Biosolar tetap berjalan lancar sekaligus mengantisipasi perubahan kebutuhan masyarakat.
Pemantauan rutin tersebut juga menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam memperkuat koordinasi dengan Pertamina apabila terjadi peningkatan permintaan atau kendala distribusi di lapangan.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Lumajang, Aksanul Inam, mengatakan monitoring dilakukan agar pemerintah memiliki data terkini mengenai kondisi distribusi BBM di seluruh SPBU.
"Kami melakukan monitoring untuk memperoleh data aktual terkait penyaluran BBM. Informasi tersebut menjadi dasar koordinasi apabila terjadi peningkatan kebutuhan masyarakat, sehingga pelayanan tetap berjalan dengan baik," ujarnya.
Stok Pertalite dan Biosolar di SPBU Lumajang Masih Terkendali
Hasil monitoring pada Jumat (26/6/2026) menunjukkan sebagian besar SPBU di Kabupaten Lumajang masih memiliki stok Pertalite dan Biosolar yang mencukupi.
Persediaan Pertalite tercatat bervariasi, mulai sekitar 1.200 liter hingga lebih dari 34 ribu liter. Sementara itu, stok Biosolar berada pada kisaran 1.300 liter hingga sekitar 30 ribu liter. Perbedaan jumlah stok di setiap SPBU dipengaruhi oleh kapasitas penyimpanan, jadwal pengiriman, dan tingkat konsumsi masyarakat di masing-masing wilayah.
Pemkab Awasi Kondisi SPBU yang Sedang Berbenah
Dalam monitoring tersebut, Pemkab Lumajang juga mencatat bahwa SPBU Pasirian masih menjalani rehabilitasi hingga 30 Juni 2026. Sementara itu, SPBU Labruk tengah melakukan perbaikan sistem digitalisasi operasional.
Pemerintah daerah bersama Pertamina terus memantau perkembangan kedua SPBU tersebut agar pelayanan kepada masyarakat di wilayah sekitar tetap berjalan optimal melalui pengaturan distribusi dari SPBU lainnya apabila diperlukan.
Monitoring Rutin untuk Menjaga Kelancaran Distribusi BBM
Menurut Aksanul Inam, perbedaan stok antar-SPBU merupakan kondisi yang normal karena dipengaruhi berbagai faktor teknis, seperti kapasitas tangki penyimpanan, jadwal pasokan dari Pertamina, serta tingginya kebutuhan BBM di setiap wilayah.
Karena itu, evaluasi distribusi tidak hanya melihat kondisi satu SPBU, tetapi dilakukan secara menyeluruh agar pemerintah memperoleh gambaran yang akurat mengenai ketersediaan BBM di Kabupaten Lumajang.
Pemkab Lumajang menegaskan akan terus melaksanakan monitoring distribusi Pertalite dan Biosolar secara berkala sebagai bagian dari upaya menjaga pelayanan publik. Dengan pemantauan yang berkesinambungan, setiap perkembangan di lapangan dapat segera direspons melalui koordinasi bersama Pertamina dan pengelola SPBU.
Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga ketersediaan BBM bersubsidi, mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, serta memastikan kebutuhan Pertalite dan Biosolar di Kabupaten Lumajang tetap terpenuhi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dari Berbagai Sumber