Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 13 JULI 2026 • 13:20 WIB

Lansia di Jember Keluhkan Antrean Panjang Puskesmas dan Rumah Sakit, Enggan Berobat Meski Idap Penyakit Kronis

Lansia di Jember Keluhkan Antrean Panjang Puskesmas dan Rumah Sakit, Enggan Berobat Meski Idap Penyakit KronisPelayanan Masyarakat di Puskesmas Ajung, Jember.

JATIM - Warga lanjut usia (lansia) dan penderita penyakit kronis di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengeluhkan lamanya waktu antre saat menjalani pelayanan kesehatan di fasilitas milik pemerintah. 

Kondisi tersebut membuat sebagian warga memilih menahan sakit dan enggan memeriksakan diri ke Puskesmas maupun rumah sakit hingga penyakit yang diderita semakin parah. 

Keluhan itu seperti disampaikan sejumlah warga di Kecamatan Ajung yang berharap pemerintah dapat menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau, terutama bagi lansia dengan keterbatasan fisik. 

Di Puskesmas Ajung, waktu tunggu pelayanan diperkirakan sekitar 15 menit pada kondisi normal. Namun, setelah dirujuk ke RSD dr. Soebandi Jember, pasien mengaku harus mengantre selama berjam-jam. Karena rumah sakit tersebut melayani pasien dari seluruh Kabupaten Jember sekaligus menjadi rumah sakit rujukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Salah satu pasien, Zainah (69), warga Dusun Curah Kates, Desa Klompangan, Kecamatan Ajung, mengaku baru bersedia dibawa keluarganya ke Puskesmas Ajung setelah kondisi kesehatannya menurun akibat diare. Selain itu, ia juga memiliki riwayat hipertensi.

"Saya terkadang malas periksa ke puskesmas atau rumah sakit karena sering antreannya panjang dan lama. Jadi kalau sakit, lebih baik dirawat di rumah. Ini saja saya dipaksa anak-anak ke Puskesmas Ajung karena badan sudah lemas. Mungkin ada solusi dari pemerintah atau Pak Bupati supaya pelayanan untuk lansia bisa lebih mudah," ujar Zainah saat dikonfirmasi di ruang rawat inap Puskesmas Ajung, Senin (13/7/2026). 

Keluhan serupa juga disampaikan keluarga Gimun (78), warga Dusun Langsatan, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ajung. Gimun yang memiliki riwayat penyakit menahun datang ke Puskesmas Ajung didampingi istrinya, Sutik (70), dan anaknya, Ita (40). 

Ita mengatakan proses mengajak ayahnya berobat tidak mudah karena orang tuanya sudah telanjur beranggapan pemeriksaan kesehatan selalu membutuhkan waktu lama.

Selain itu, keterbatasan sarana transportasi juga menjadi kendala. "Bapak saya sudah lama sakit dan usianya juga sudah sepuh. Selama ini jarang kontrol karena antreannya lama," kata Ita saat dikonfirmasi di ruang tunggu Puskesmas Ajung.

Kendala tidak memiliki kendaraan pribadi, lanjutnya, juga diakui menjadi alasan keluarga Gimun enggan berobat ke Puskesmas.

"Kami juga tidak punya kendaraan, sementara bapak tidak bisa naik sepeda motor. Sekarang kami antar karena memang harus kontrol. Harapan kami, kalau bisa ada pelayanan kesehatan yang datang ke rumah atau ambulans keliling untuk membantu lansia yang kesulitan berobat," katanya.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Puskesmas Ajung, dr. Nur Rakhman Ahadi, mengatakan penyakit kronis yang saat ini menjadi perhatian utama di wilayah kerjanya adalah hipertensi dan diabetes melitus.

Kedua penyakit tersebut merupakan program prioritas nasional karena berpotensi memicu berbagai komplikasi serius apabila tidak dikendalikan. 

"Diabetes sering disebut sebagai ibu dari segala penyakit karena dapat menyebabkan stroke, memperparah hipertensi hingga serangan jantung apabila tidak ditangani dengan baik," ujar dokter Rahman. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Lansia di Jember Keluhkan Antrean Panjang Puskesmas dan Rumah Sakit, Enggan Berobat Meski Idap Penyakit Kronis

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!