Giat Penyuluhan Bahaya Narkoba, di Kampus dr. Soebandi Jember.
JATIM – Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba semakin intensif dilakukan pihak kepolisian. Melalui Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Jember, aparat secara langsung memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada mahasiswa Universitas dr. Soebandi. Sebagai bentuk bagian strategi yang dinilai efektif dalam memberantas penyalahgunaan narkoba.
Diketahui dari kegiatan yang digelar Selasa (2/9/2025) kemarin, pukul 13.00 WIB di Convention Hall Letkol RM dr. Soebandi itu.
Dihadiri sekitar 570 mahasiswa baru peserta PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru) 2025. Materi penyuluhan disampaikan oleh KBO Satresnarkoba, IPTU Enol Wibisono.
Materi yang disampaikan mencakup:
1. Sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba
2. Sanksi hukum bagi pelaku penyalahgunaan
3. Demonstrasi berbagai jenis narkoba
4. Dampak negatif terhadap kesehatan dan sosial
5. Strategi penghindaran penyalahgunaan narkoba
Hasilnya, mahasiswa mendapatkan pemahaman mendalam tentang risiko penyalahgunaan narkoba, dan diharapkan menjadi pelopor dalam kampanye hidup sehat serta mendukung penegakan hukum.
"Peredaran narkoba saat ini semakin canggih, mereka memanfaatkan media sosial, transaksi online, hingga kamuflase dalam makanan dan minuman kemasan. Karena itu, mahasiswa perlu waspada agar tidak mudah terjebak,” tegas Kasat Resnarkoba Polres Jember, IPTU Naufal Muttaqin, saat dikonfirmasi ketik.co.id, Jumat (5/9/2025).
Ia menambahkan, generasi muda memiliki peran penting sebagai benteng pertama dalam memerangi narkoba. “Mahasiswa tidak hanya membentengi diri sendiri, tetapi juga ikut membantu aparat dalam memutus jaringan peredaran narkoba. Ini adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Menanggapi kegiatan ini, Ketua Pelaksana PKKMB 2025, Ernawati Anggraeni, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aparat kepolisian dalam memberikan pembinaan langsung kepada mahasiswa baru.
“Materi yang disampaikan sangat relevan. Edukasi ini penting, karena mahasiswa adalah kelompok rentan yang bisa menjadi sasaran peredaran narkoba. Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut,” ujar perempuan yang akrab disapa Erna ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan