Wagub Jatim Dorong Kolaborasi Pemprov dan Kementerian untuk Perkembangan JFC Sebagai Wisata Internasional
JATIM – Puncak Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 atau Grand Carnival yang digelar di Kabupaten Jember, Minggu (26/7/2026), menjadi momentum penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Pemerintah Kabupaten Jember untuk mengembangkan JFC sebagai destinasi wisata bertaraf internasional.
Kehadiran Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, serta rombongan Komisi VII DPR RI dinilai menjadi sinyal kuat dukungan pemerintah terhadap pengembangan ajang yang telah empat tahun berturut-turut masuk jajaran Top 10 Karisma Event Nusantara (KEN).
Grand Carnival JFC 2026 mengusung tema HEAL (Humanity, Earth, and Life) dengan menampilkan delapan defile utama, yakni Gaia, Roots, Noise, Conscience, Rebirth, Pandemic, White Guardian, dan Sanctuary. Masing-masing defile mengangkat pesan kemanusiaan, budaya, lingkungan, hingga refleksi sejarah melalui rancangan busana para peserta yang tampil di sepanjang lintasan karnaval.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan, JFC memiliki potensi besar untuk terus naik kelas menjadi agenda wisata yang semakin dikenal dunia. Menurutnya, hal itu membutuhkan sinergi berbagai pihak, termasuk dukungan infrastruktur dan konektivitas transportasi menuju Jember.
"Kami melihat dukungan dari Kementerian Pariwisata terus mengalir dan Pemprov Jawa Timur siap mensinergikan seluruh sumber daya yang kami miliki. Kami berharap pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten dapat berkolaborasi mendukung pengembangan JFC agar semakin mendunia," ujar Emil.
Ia menilai rute penerbangan Jember-Bali memiliki peran strategis karena Bali masih menjadi pintu masuk utama wisatawan mancanegara ke Indonesia. Emil berharap penguatan rute tersebut dapat mendukung kedatangan wisatawan, terutama saat penyelenggaraan JFC.
"Penerbangan Jember-Bali punya potensi besar mendukung acara seperti ini. Bisa saja diintensifkan saat musim JFC sehingga memudahkan wisatawan yang datang dari luar negeri melalui Bali menuju Jember," katanya.
Selain itu, Emil mendorong perluasan jejaring internasional melalui kolaborasi dengan institusi pendidikan, pelaku industri kreatif, hingga menghadirkan talenta dari berbagai negara di Asia. Menurutnya, langkah tersebut akan memperkuat posisi JFC sebagai ajang fesyen karnaval berkelas dunia yang lahir dari kreativitas anak bangsa.
Sementara itu, Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan JFC yang telah memasuki usia ke-24 tahun. Ia menyebut JFC menjadi salah satu agenda unggulan Kementerian Pariwisata melalui program Karisma Event Nusantara.
"Jember Fashion Carnaval sudah hampir lima kali kami dukung dan empat tahun berturut-turut masuk Top 10 Karisma Event Nusantara. Ini merupakan kebanggaan karena JFC telah dikenal hingga New York dan Paris serta menginspirasi kostum nasional Indonesia di berbagai ajang kecantikan dunia," ujar Widiyanti.
Menurutnya, pemerintah akan terus memberikan dukungan melalui promosi, pendampingan, koordinasi lintas sektor, hingga publikasi pada berbagai pameran pariwisata internasional.
"Kami mempromosikan JFC melalui platform Kementerian Pariwisata, kalender event nasional, hingga berbagai expo internasional di Berlin, London, Asia, dan Australia. Kami ingin event karya anak bangsa seperti JFC semakin dikenal dunia," katanya.
Widiyanti juga mengaku terkesan dengan kreativitas para peserta yang berasal dari berbagai usia dan daerah. Ia bahkan membuka peluang kolaborasi JFC dalam agenda nasional yang akan digelar di Jakarta pada peringatan Hari Kemerdekaan RI.
Presiden JFC Budi Setiawan mengatakan pihaknya optimistis generasi muda Indonesia mampu terus menghasilkan karya-karya terbaik yang membanggakan bangsa di tingkat internasional. Namun, ia menilai penguatan sektor pendukung tetap diperlukan agar JFC semakin berkembang.
"Yang dibutuhkan saat ini adalah dukungan secara kolaboratif, khususnya dari pemerintah daerah, baik di sektor infrastruktur maupun hospitality, terutama untuk menyambut tamu-tamu mancanegara," ujar Budi.
Dengan dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, JFC diharapkan tidak hanya menjadi ikon fesyen Indonesia, tetapi juga mampu memperkuat posisi Jember sebagai destinasi wisata kreatif yang semakin diperhitungkan di tingkat internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan