Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 26 JULI 2026 • 19:06 WIB

JFC 2026 Tak Hanya Karnaval, UMKM Dayak dari Kalimantan Timur Hadirkan Edukasi dan Pertukaran Budaya di Jember

JFC 2026 Tak Hanya Karnaval, UMKM Dayak dari Kalimantan Timur Hadirkan Edukasi dan Pertukaran Budaya di JemberUMKM Dayak.

JATIMJember Fashion Carnaval (JFC) 2026 tidak hanya menyuguhkan parade busana spektakuler bertema HEAL: Humanity, Earth, and Life, tetapi juga menghadirkan pameran UMKM yang menjadi ruang promosi produk lokal sekaligus sarana pertukaran budaya antardaerah.

Salah satu yang menarik perhatian pengunjung adalah kehadiran pelaku UMKM asal Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, yang memperkenalkan beragam kerajinan khas Suku Dayak selama tiga hari penyelenggaraan JFC

Stan UMKM Kalimantan Timur dengan nama brand 'Tigatawai Ethnic' itu dipenuhi berbagai produk etnik, mulai dari gelang dan kalung manik khas Dayak, tas, batu giok, kayu bajakah, hingga senjata tradisional Mandau.

Kehadiran produk-produk tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin mengenal budaya Kalimantan tanpa harus datang langsung ke daerah asalnya.

Perwakilan UMKM Kalimantan Timur, Rosalinda, mengatakan keikutsertaannya dalam JFC merupakan kali pertama setelah mendapat undangan langsung dari panitia penyelenggara.

"Kami membawa produk-produk UMKM asli Kalimantan Timur, khususnya Balikpapan. Kami sangat antusias mengikuti JFC karena ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kerajinan khas daerah kami kepada masyarakat di Pulau Jawa," ujar Rosalinda saat dikonfirmasi di stannya, Minggu (26/7/2026).

Menurut perempuan yang juga akrab disapa Ocha ini, produk yang dibawa merupakan hasil karya perajin lokal, terutama aksesori berbahan manik-manik khas Dayak yang dibuat dari batu sungai melalui proses pengerjaan yang cukup panjang.

"Motifnya kami kreasikan sendiri bersama para perajin. Semua dikerjakan secara manual sehingga memiliki ciri khas yang berbeda dengan produk lainnya," katanya.

Selain memasarkan produk, Ocha mengaku keikutsertaan dalam JFC memberikan manfaat besar bagi pelaku UMKM karena membuka peluang memperluas relasi sekaligus bertukar pengalaman dengan pelaku usaha dari berbagai daerah.

"Kami datang bukan hanya untuk berjualan, tetapi juga mencari pengalaman, ilmu, dan relasi. Harapannya tahun depan kami bisa kembali hadir di JFC," ucapnya.

Ia juga mengapresiasi sambutan masyarakat Jember yang dinilai ramah dan antusias terhadap produk-produk khas Kalimantan Timur.

Salah seorang pengunjung, Nur Imatus Safitri, menilai kehadiran UMKM dari Kalimantan Timur menjadi inovasi baru dalam penyelenggaraan JFC. 

Menurutnya, pengunjung tidak hanya menikmati pertunjukan karnaval, tetapi juga memperoleh edukasi mengenai budaya Nusantara.

"Ini menjadi hal yang unik karena kita bisa mengenal budaya Dayak secara langsung. Tadi dijelaskan tentang berbagai jenis Mandau, bahan pembuatannya, sampai fungsinya yang ternyata juga digunakan sebagai seserahan dalam pernikahan adat Dayak," kata Fitri saat disela melihat produk manik-manik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERBARU

JFC 2026 Tak Hanya Karnaval, UMKM Dayak dari Kalimantan Timur Hadirkan Edukasi dan Pertukaran Budaya di Jember

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!